RABU , 24 OKTOBER 2018

3.300 Warga Miskin di Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 27 April 2016 18:52

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar melalui Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Pendidikan, mengharapkan agar Dinas Sosial dapat mempermudah pelayanan terhadap masyarakat miskin di 14 Kecamatan yang ada di Kota Makassar, dengan membuat posko-posko di masing-masing kecamatan. Sekira 3.300 data warga miskin yang telah divalidasi siap dilaporkan oleh Dinas Sosial kepada Walikota Makassar.

Anggota Komisi D DPRD Makasar, Mario David dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi terkait dengan capaian mitra Komisi D dalam triwulan pertama ini. Mario berharap agar Dinas Sosial Kota Makassar dapat menjemput bola dengan membentuk tim atau posko di setiap kecamatan.

Bikinki posko Pak Kadis untuk jemput bola agar masyarakat miskin di Kota Makassar tidak merasa dipersulit untuk mendapatkan pelayanan masyarakat miskin,” ungkapnya, Rabu (27/4).

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Yunus Said, mengatakan, saat ini petugas lapangan sudah berada di 14 kecamatan untuk melakukan validasi data dan verifikasi warga yang layak mendapatkan program kesehatan gratis itu. Dimana tahun 2015-2016 jumlah warga miskin Makassar sebanyak 216 ribu orang.

Dia mengatakan untuk memastikan kelayakan warga yang sudah terverifikasi Dinsos melibatkan salah satu perusahaan telekomunikasi yakni Telkomsel. Tujuannya untuk mensinkronkan data yang sudah divalidasi oleh petugas lapangan.

“Jadi, setiap data warga akan ketahuan melalui nomor induk KK ketika dicek rincian penduduk miskin dan langsung terkoneksi dengan data SKPD lainnya,” kata Yunus.

Lebih jauh dijelaskan, dalam tiga minggu dilakukan pendataan petugas sudah memiliki warga yang akan diverifikasi sekira 3.300 orang di 14 kecamatan. “Tentunya akan bertambah jumlah data warga miskin untuk selanjutnya akan dikirim ke Kementerian Sosial,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi D, Andi Nurman, mengatakan, pihaknya berharap pendataan warga miskin yang dilakukan Pemkot Makassar bisa tepat sasaran. Sehingga warga yang layak mendapatkan program kesehatan gratis bisa dinikmati oleh mereka yang membutuhkan ‘kartu sakti’ ala Presiden Jokowi.
“Kita akan memantau sejauh mana hasil dalam pendataan yang dilakukan Dinas Sosial. Karena tahun 2015 kami banyak menerima aspirasi dari warga,” ungkapnya.(***)


div>