JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

3.504 Lembar Uang Palsu di Musnahkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 17 Mei 2017 17:51
3.504 Lembar Uang Palsu di Musnahkan

Suasana pemusnahan uang palsu yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Rabu (17/5). Foto : Reza/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 3.604 lembar uang palsu (Upal) dimusnahkan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Rabu (17/5). Bahkan, pihak BI dan Polda Sulsel gencar sosialisasi uang baru ke masyarakat sekitar.

Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat, menyebutkan sebanyak 3.605 upal ini berdasarkan jumlah diterima oleh BI dari Desember 2015 sampai Maret 2017.

“Ini keputusan bersama untuk menghancurkan upal yang diperoleh dari laporan perbankan setelah memverifikasi dan dinyatakan palsu,” ujarnya.

Wiwiek menambahkan, sejumlah pelaku yang melakukan upal ini diduga menggunakan teknologi yang bagus dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya kan mereka menggunakan fotocopy berwarna. Walaupun teknologi mereka meningkat, pasti kami bisa mengetahuinya. Karena uang emisi baru ini dilengkapi dengan sedemikian rupa, agar pembuatan upal semakin susah lagi,” tuturnya.

Dalam rangka menekan potensi, lanjtu Wiwiek, kriminalitas di bidang sistem pembayaran danĀ  kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA), penanganan terhadap dugaan tindak pidana perlu dilakukan secara intensif.

“Koordinasi dan konsolidasi yang kuat antara otoritas dan penegak hukum diharapkan dapat mencegah dan meminimalisir terjadinya berbagai kehmjahatan di bidang sistem pembayaran dan KUPVA. Selain itu, penanganan sanksi yang tegas sesuai ketentuan yang berlaku diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak yang melakukan kejahatan,” tambahnya.

[NEXT-RASUL]

Dalam waktu dekat, kata Wiwiek, pihaknya dengan Polda Sulsel akan melakukan kegiatan penertiban terhadap pihak-pigak yang masih melakukan kegiatan penukaran valuta asing tanpa izin BI pasca tanggal 7 April 2017 lalu, yang merupakan batas akhir masa peralihan ketentuan KUPVA BB yang baru.

“Kegiatan penertiban tahao 1 tekah dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Pusat BI dan beberapa perwakilan kantor BI. Untuk Sulsel sendiri kami akan fokus pada daerah-daerah yang telah kami petakan memiliki kegiatan usaha jual beli valas tanpa izin, yakni di kota Makassar, Palopo, dan Bone,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono, mengatakan pihak kepolisian akan terus menindak lanjuti agar tidak terjadi lagi. Bahkan pihaknya akan menciptakan keamanan dalam pendistribusian uang emisi 2016.

“Khusus uang palsu menjadi salah satu pengancaman kita, jika tidak memperhatikan dengan baik pasti akan beredar. Walaupun begitu, kami punya satu rumus untuk bisa mematahkan peredaran upal, yakni dilihat, dirabah dan diterawang,” ucapnya.

Ia menambahkan, dari 3.604 upal yang dimusnahkan terdiri dari 8 kasus yang bersifat inkrah.

“Ini hanya temuan dan penyitaan uang palsu. Ini didapatkan berdasarkan Hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT). Tapi kami dengan BI akan terus sosialisasi lebih lanjut agar tidak beredar di masyarakat,” pungkasnya.


div>