MINGGU , 21 OKTOBER 2018

30 Peserta Akan Tampil di PIFAF

Reporter:

Sudirman

Editor:

Lukman

Kamis , 26 Juli 2018 11:40
30 Peserta Akan Tampil di PIFAF

Panitia pelaksana PIFAF saat menggelar Technical Meeting (TM) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (25/7/2018) lalu.

POLEWALI, RAKYATSULSEL.COM – Kurang dari sepekan pelaksanaan festival budaya Kabupaten Polewali Mandar International Folk and Art Festival (PIFAF), panitia pelaksana menggelar Technical Meeting (TM) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (25/7/2018) lalu.

Diketahui bahwa ada 30 peserta sanggar seni yang hadir diberi bekal arahan masing-masing divisi dalam hal tekhnis penampilan di pangung utama PIFAF.

Tak hanya itu penggunaan instrumen panggung seperti sonsistem, lighting dan materi tampilan dimatangkan dalam rapat yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Andi Nursami bersama Sekertaris Mustari Mula.

Mustari Mula menyampaikan, TM tersebut untuk membicarakan materi tampilan sanggar seni menyangkut musik dan tari.

“Konsepnya folk jadi seni tradisional atau permainan rakyat. Kalaupun musik dia tetap konsep etnik yang kolaborasi dengan modern,” kata Mustari di Pendopo Kantor Bupati Polman, Rabu (25/7/2018).

Sementara untuk durasi, penampil akan diberi kesemapatan 10 hingga 15 menit yang dikalikan setiap malam di luar dari persiapan.

“Itu yang lama, terutama pada saat peralihan. Kita selalu berupaya membenahi apa yang menjadi evaluasi, yang mengevaluasi kita dari tim teknis Kementerian dan Cioff, mereka yang tahu kelemahan dan kelebihan kita,” tutupnya.

Di kesempatan yang yang sama juga Andi Nusami menyampaikan kepada 30 peserta agar bisa tampil maksimal di panggung PIFAF.

“Bagaimana harusnya kita tampil di PIFAF. Ini panggung Nasional dan Internasional. Kita berharap bisa maksimal, mulai dari kostun di atas panggung. Sebelum tampil malamnya peserta harus melihat panggungya dulu supaya mereka bisa mengenal panggungnya,” katanya

Untuk pembukaan akan dimulai dengan karnaval yang diikuti oleh 6 negara peseta ditambah Indonesia 7 dan akan diiringi “Sayyang Pattu’du (kuda menari).

“Pembukaan tetap sama dengan pembukaan PIFIFA tahun lalu, tapi yang jadi poin hari ini karena yang kita gunakan adalah sanggar seni lokal untuk memberi ruang mengespor kemampuan mereka,” jelasnya. (*)


div>