MINGGU , 16 DESEMBER 2018

30 Tokoh Perempuan Islam Indonesia Mengembangkan Kepemimpinan Perempuan di Australia

Reporter:

Nunu

Editor:

Senin , 25 September 2017 15:54
30 Tokoh Perempuan Islam Indonesia Mengembangkan Kepemimpinan Perempuan di Australia

30 Tokoh Perempuan Islam Indonesia mendapatkan Australia Award dengan studi tentang Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi Islam di Melbourne Australia 15- 30 September 2017.

30 Tokoh Perempuan Islam Indonesia mendapatkan Australia Award dengan studi tentang Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi Islam di Melbourne Australia 15 s.d 30 September 2017.

Hari pertama 18 september 2017, dari Apartemen Corporation Dockland  didampingi Kylie Moore Gilbert dan Yusria Yadi menuju Deakin University Corporate centre Level 12, Tower 2, 727 Collins St. Dockland. Setiba di Deakin peserta yang tinggal 29 orang ( salah seorang peserta batal berangkat karena sakit)

Para Peserta diterima Dr Rebecca Barlow peneliti senior Alfred Deakin Institute pada bidang pemberdayaan perempuan dalam program ini bertindak sebagai ketua tim fasilitator lalu diarahkan memasuki ruangan dan kegiatan ini dibuka Prof Brenda Cherednichenko Dekan Fakultas Seni dan Pendidikan Universitas Deakin.

Nampak hadir pula tim fasilitator yang juga peneliti senior Prof Shahran Akbarzadeh dan Annemarie Ferguson dan Widya dari Australian Award Indonesia. peserta dari Sulsel yaitu Prof Dr Hj Masrurah  Mokhtar ( Rektor UMI), Dr. IR Hj Andi Majdah Agus, MS ( Rektor UIM/ Ketua PW Muslimat NU Sulsel),  Ir. Hj. Nur Fadjri FL. M.Pd (IMMIM), Dr Nurhayati Azis, MSi ( Ketua PW Aisyiyah/Dosen UMI), Dr Hj Amrah Kasim,MA ( IMMIM/Dosen UIN Alauddin Makassar), Dr. Hj.Nurjannah Abna M.Pd ( UMI/IMMIM), Dr Setyawati Yani MT IPM ( UMI/PW Muslimat NU) , Prof. DR Hj. Syamsudduha MA ( UIN Alauddin Makassar/ IMMIM), Dra. Nurlinda Azis M.Psi (PW Aisyiah/ Dosen Unismuh Makassar).

Prof Brenda C mengatakan apresiasi atas ditempatkannya program ini di Deakin University  dengan hadirnya 29 tokoh perempuan muslim di Indonesia  yang luar biasa dalam mendorong perubahan baru. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama Konsulat Jendral Australia di Makassar melalui Australia Award dengan Deakin University dengan mengutus 30  tokoh perempuan Islam di Indonesia mengikuti studi tentang pengembangan kepemimpinan perempuan dalam organisais islam di Melbourne dengan tujuan mengembangkan pengetahuan dan wawasan kepemimpinan serta meningkatkan keterampilan dalam mengelola organisasi. “Perubahan dalam perempuan harus dilakukan perempuan itu sendiri,” ujarnya.

Sementara itu Rebecca menjelaskan bahwa pertemuan hari pertama output yang ingin dicapai adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang perlunya keberagaman dalam kepemimpinan selain itu melakukan identifikaai cara dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan dam membuat perubahan.


Para penerima beasiswa dibekali dengan berbagai penhetahuan mengenai kepemimpinan perempuan, peranan perempuan dalam islam komunitas islam di Australia serta terlibat dalam berbagai diskusi interaktif. Selain itu peserta juga mengunjungi  organisasi muti kultural dan organisasi perempuan. Pertemuan tingkat tinggi panel narasumber dan sesi pembinaan (Networking). Kegiatan ini juga mempertemukan berbagai perempuan yang berpengaruh dari berbagai bidang termasuk kesehatan media bisnis serta sektor nirlaba, mereka yang bergerak di politik lokal negara bagian dan federal australia.

Mengutip pernyataan konsulat Australia Makassar Richard Matthew saat membuka orientasi di Hotel Sheraton Four Point Makassar mengatakan  bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan penerima Australia Award di Indonesia dengan pengetahuan dam keterampilan yang mendukung partisipasi perempuan di angkatan kerja dan untuk menghilangkan hantaman struktural kebudayaan dan internal serta mentransformasi hubungan kekuasaan.

Khusunya bidang-bidang yang didominasi kaum laki-laki selain itu untuk memberdayaman penerima beasiswa untuk menjadi pemain utama dalam meningkatkan pembangunan ekonomi sosial dan kebudayaan di organisasi serta masyarakat  luas dan membangun jejaring global bagi  pemimpin perempuan masa depan.

Sore hari (19/09/2017), bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan kegiatan kami dibagi dalam group kecil lalu mempresentasjkan proposal project yang akan kami laksanakan setiba di tanah air. Banyak hal yang dapat diadopsi seperti teknik penggunaan media dan materi diskusi serta model pembimbingan yang efektif dan efisien. Hal ini diamini Rektor UIM Dr Hj majdah Agus, MS dan rektor UMI Prof Dr Masrurah.Mokhtar MA.

Tujuan kegiatan mengidenfitifkasi program yang berhasil dalam mendorong keberagaman budaya dan agama mengenal best practice dalam mendorong meningkatkan tolerensi dalam masyarakat  multikutural di Australua mengidenfitikasi tantangan yang dihadapi  pemimpin perempuan di Australia.

Selanjutnya, peserta dibawa untuk melakukan kunjungan ke beberapa organisasi sosial kemasyarakatan diantaranya mengunjungi the Victoran Multicultural Commision (VCMC) atau komisi multicutural Victoria suatu organisasi  sosial kemasyarakatan yang banyak memberikan masukan kepada pemerintah Victoria mengenai  berbagai kebijakan terkait isu-isu multikultural diantaranya keberagaman budaya bahasa dan agama yang ada di Victoria. Pada pertemuan ini komisi ini memberikan informasi mengenai fungsi dan tujuan organisasi yang difokuskan pada peran organisasi dalam menndorong pemberdayaan perempuan dalam keberagaman.

Perjalanan dilanjutkan ke Multicultural Centre for Women Health (MCWH) atau pusat multikuktural untuk kesehatan peremo adalah organisasi nasional yan berbasis kimunitas yang berkomitmen untuk memajukan kesehatan dan kesejahteraan perempuan imigran dan pengungsi melalui kepemimpinan, pendampingana pendidikan, bahasa aksi sosial penelitian dan peni gkatan  kapasitas perempuan. Pada kunjungan ke lembaga ini delegasi langsung berinteraksi dengan pemimpin perempuan MCWH  dan bagaiman aksi mereka dalam meningkatkan kapasitas dan memajukan kesehatan dan kesejahteraan perempuan. Organisasi ini juga melakukan kampanye dan advokasi sebagai program utama untuk membantu perempuan korban tindak kekerasan dan termarginalkaan dengan berusaha memperbaiki keadaan mereka dengan baik dalam bentuk pendampingan.

Setelah itu, kunjungan ke lembaga Hak azasi Perempuan Muslim Australia yang diterima oleh Jasmine, lembaga ini juga nirlaba bertujuan memajukan dan memperjuangkan hak azasi  perempuan muslim di seluruh Australia. Alhamdulillah dari kunjungan ke beberapa organisasi di hari kedua ini kami barhak belajar mengenai kehidupan dan kegiatan komunitas Muslim di Australia yang berada di lingkungan multikultural di negara yang mayoritas non muslim. Mereka hidup berdampingan umumnya memanfaatkan sifat multikultural mereka dan dewasa dalam menyikapi perbedaan dan keragaman.

Agenda kegiatan hari ketiga, (20/09). Dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai perlunya keberagaman dalam kepemimpinan selain itu melakukan identfikasi cara dalam meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan membuat perubahan meningkatkan kemampuan perempuan dalam berpikir dan beraksi secara cerdas. Diawali dengan pertemuan dengan asosiasi pemimpi wanita pemerintah lokal. ( bersambung)

10 tokoh perempuan Islam Sulsel bertolak ke melbourne tgl 15 september 2017 bersama 20 orang lainnya dari utusan seluruh Indonesia mengikuti Short Term Australia Award di Deakin University. Diantaranya Prof Dr Hj Masrurah  Mokhtar ( Rektor UMI), Dr. IR Hj Andi Majdah Agus, MS ( Rektor UIM/ Ketua PW Muslimat NU Sulsel),  Ir. Hj. Nur Fadjri FL. M.Pd ( IMMIM), Dr Nurhayati Azis, MSi ( Ketua PW Aisyiyah/Dosen UMI), Dr Hj Amrah Kasim,MA ( IMMIM/Dosen UIN Alauddin Makassar), Dr. Hj.Nurjannah Abna M.Pd ( UMI/IMMIM), Dr Setyawati Yani MT IPM ( UMI), Prof. DR Hj. Syamsudduha MA ( UIN Alauddin Makassar/ IMMIM), Dra. Nurlinda Azis M.Psi ( Aisyiah/ Dosen Unismuh Makassar) dan Dr Yuspiani Naro M.Pd.


Tag
div>