RABU , 14 NOVEMBER 2018

300 Ribu Lebih Warga Makassar Belum Rekam e-KTP

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 08:30
300 Ribu Lebih Warga Makassar Belum Rekam e-KTP

Ilustrasi e-KTP (Dok. JawaPos.com)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar merilis jumlah warga Makassar yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik (e-KTP). Berdasarkan data, ada sekira 306.074 warga yang belum merekam e-KTP.

Kepala Seksi Identitas Penduduk Dukcapil Makassar, Nurhidayat mengatakan, berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKP) semester pertama tahun 2018, ada 306.075 warga yang belum melakukan perekaman.

“Sudah ada 910.307 orang yang melakukan perekaman e-KTP dari 1.216381 penduduk. Jadi, sekitar 306.074 orang yang belum sama sekali melakukan perekaman. Itu mayoritas dari Biringkanayya, Tamalate dan Panakkukang, karena itukan daerah pinggiran jauh dari akses kecamatan,” jelas Nurhidayat.

Meski begitu, dia tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah penduduk di tiga wilayah itu yang belum sama sekali melakukan perekaman e-KTP. Hanya saja, dia memiliki target yang cukup besar untuk semua wilayah itu.

“Perekaman e-KTP harus sampai 91 persen sampai pilpres nanti, jadi kita kebut. Karena kalau pilwalkot masih bisa menggunakan suket, tapi kalau pilpres semuanya harus pakai e-KTP,” ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap agar masyarakat antusias melakukan perekaman e-KTP. Terlebih saat ini, pemerintah kota sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari pelayanan di hari libur hingga pelayanan keliling di setiap kecamatan.

Sementara, Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Nielma Palamba mengancam akan memblokir data penduduk jika belum melakukan perekaman e-KTP sampai batas waktu 31 Desember 2018 mendatang.

Aturan itu merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatam Sipil Kementrian Dalam Negeri beberapa waktu lalu.

Dimana, kata Nielma, pemerintah pusat secara tegas meminta kepada penduduk dewasa usia di atas 23 tahun untuk segera melakukan perekaman e-KTP sebelum 31 Desember 2018, jika tidak maka datanya akan disisihkan dan diblokir.

“Kita sudah menerima surat edaran dari Kemendagri, masyarakat yang usianya diatas 23 tahun dan belum melakukan perekaman e-KTP itu datanya akan diblokir,” tegas Neilma.

Neilma menyebutkan hingga saat ini sekitar 82 persen wajib KTP telah melakukan perekaman. Makanya itu, dia mengimbau kepada seluruh penduduk agar segera melakukan perekaman e-KTP selambat-lambatnya 31 Desember.

Kata dia, perekaman e-KTP dibuka di enam lokasi yaitu diseluruh kecamatan dan kantor Disdukcapil. Bahkan, untuk menggenjot jumlah penduduk yang sudah merekam pihaknya juga membuka layanan khusus di hari Sabtu.

“Jadi kalau ada yang mengaku sibuk, datanglah hari Sabtu karena pelayanan kita juga buka di hari itu,” ungkapnya.

Selain itu, masyarakat yang masih memegang suket agar segera ke Disdukcapil untuk mendapatkan e-KTP Pasalnya, 20.000 blangko e-KTP yang ada saat ini bisa digunakan sampai November nanti.

“Kalau yang punya suket sejak 2017 datang ke kami nanti dicetakkan e-KTP. Karena kita punya blangko itu 20.000 dan bisa digunakan sampai November, yang jelas datanya sudah print ready record bisa secepatnya di cetakkan, tidak sampai satu hari,” ucapnya.

Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera melakukan perekaman e-KTP. Pasalnya, pemerintah pusat telah mengeluarkan aturan pemblokiran terhadap wajib KTP yang belum merekam sampai 31 Desember.

“Itukan aturan pusat bahwa wajib KTP yang belum melakukan perekaman, datanya akan diblokir. Untuk itu, kita mengimbau kepada masyarakat agar segera melakukan perekaman sebelum datanya diblokir, sehingga tahun depan bisa gunakan hak pilihnya di Pilpres,” ucapnya. (*)


div>