KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

35 Tahun Mengabdi Tanpa Gaji, Inilah Cerita Naomi Kepada Erna Taufan

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 05 Desember 2016 18:37
35 Tahun Mengabdi Tanpa Gaji, Inilah Cerita Naomi Kepada Erna Taufan

Naomi saat disuapi nasi tumpeng oleh Ketua TP PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM– Naomi Sampeangin, wanita ini dikenal sebagai sosok yang berjiwa sosial yang sangat tinggi. Wajar saja jika wanita yang kini berusia 65 tahun ini mendapat penghargaan khusus dari Istri Walikota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare.

Satu-satunya pengurus PKK yang memunyai masa bakti 35 tahun ini, diberi penghargaan bukan hanya karena masa baktinya yang cukup lama, namun karena jiwa sosialnya yang sangat tinggi sehingga ia mendapat apresiasi yang sangat tinggi pula dari istri nomor satu di Kota Parepare itu.

“Sebetulnya Ibu Naomi ini dapat penghargaan bukan hanya karena ia paling lama masa baktinya, tetapi selama ini saya melihat Ibu Naomi sangat aktif, punya jiwa sosial yang sangat tinggi dan sering menolong orang lain,” puji Erna Taufan sembari menepuk pundak Naomi, Senin, (5/12)

Erna mengatakan, meski di dalam organisasi PKK para pengurus tidak mendapatkan gaji, namun para pengurus tersebut bekerja dengan penuh keikhlasan, sehingga kata dia, para pengurus, termasuk Naomi pantas untuk mendapatkan penghargaan yang tinggi.

“PKK tidak ada gajinya, mereka berkiprah puluhan tahun, bahkan hingga 35 tahun tanpa gaji. PKK bekerja dengan penuh keikhlasan, sehingga pantas bagi mereka untuk menerima penghargaan,” katanya.
[NEXT-RASUL]

Bekerja dengan rentang waktu 35 tahun bukan waktu yang singkat dengan berbakti tanpa gaji, namun masa-masa itu telah dilalui Naomi yang juga Koordinator Kelompok Konstituen LP2EM ini dengan penuh suka cita. Membuat orang muram menjadi tersenyum adalah harapan Naomi, bahkan ia sangat berharap kepada pemerintah kota Parepare agar dapat menyiapkan rumah sakit orang gila di kota ini karena selama ini, kesehariannya disibukkan dengan mengurus orang gila, memandikan, bahkan mencukur rambut mereka.

Ditanyai tentang alasannya bergabung di PKK, wanita asal Mamasa ini pun menuturkan, jika nalurinyalah yang memanggilnya.

Bahkan kata Naomi, ia rela tak tinggal bersama anaknya, demi mengurus orang lain.

“Anak saya lulus kedokteran waktu itu, tapi dia suruh saya ikut sama dia untuk jaga anaknya, dan menyuruh saya menghentikan semua kegiatan membantu orang lain. Saya bilang kepada anak saya, kalau saya ikut sama kamu nak, maka hanya satu yang saya tolong, sementara di sini orang banyak yang bisa saya bantu,” curhat Naomi.

Cita-cita luhur dari seorang Ibu berhati malaikat seperti Naomi pantas menjadi teladan bagi siapapun, Naomi punya mimpi, agar Pemerintah Kota Parepare dapat menyiapkan rumah sakit bagi orang gila, agar kelak ia tak lagi pulang balik ke Makassar untuk mengantar orang gila tersebut. Selain itu, juga berharap orang gila tersebut tetap bisa menikmati hidup di kampung halamannya, di Kota Parepare. “Ituji impianku,” tutupnya.(Nia)


Tag
div>