SELASA , 22 MEI 2018

4 Daerah di Sulsel Jadi Sampel Percontohan KIE

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 17 Mei 2017 17:57
4 Daerah di Sulsel Jadi Sampel Percontohan KIE

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Sulsel, Luhfie Natsir dan Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga dan KB, Fitriana saat di kegiatan penyusunan percontohan model Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ketahanan dan kesejateraan keluarga 24 kabupaten/kota, di hotel Ramayana, Rabu (17/5). Foto: Ashar/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Sulsel, saat ini telah melakukan kegiatan penyusunan percontohan model Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ketahanan dan kesejateraan keluarga 24 kabupaten/kota.

Sementara, untuk tahun ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Sulsel melakukan sampel di empat kabupaten/kota, yaitu Jeneponto, Bantaeng, Tana Toraja, dan Luwu Utara.

“Model KIE ini baku dari pusat, yang jelas kami akan bekerja sama dengan pihak lembaga masyarakat untuk melakukan pendampingan-pendampingan terhadap keluarga dalam rangka pengendalian penduduk dan keluarga sejahtera. Sementara ini kita melakukan sampel di 4 daerah degan model KIE ini,” Kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Sulsel, Luhfie Natsir, saat telah melakukan pembukaaan penyusunan percontohan model Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ketahanan dan kesejateraan keluarga 24 kabupaten/kota, di Hotel Ramayan, Rabu (17/5).

Mantan Kepala Biro Hukum dan HAM Sulsel ini menambahkan, indikator terpilihnya empat daerah menjadi sampel itu karena dilihat dari tingkat pertumbuhan yang dinilai sangat tinggi.

“Itu kita liat berdasarkan tingkat pertumbuhan di empat daerah ini sangat tinggi. Jadi memang tingkat kelahiran yang sangat tinggi, dengan begitu akan menganggu di tingkat pendapatan, trennya seperti itu,” tuturnya.

Luthfi melanjutkan, untuk tahun 2018 mendatang pihaknya akan mengupayakan akan melaksanakan hal tesebut keseluruh kabupaten/kota untuk pendampingan, minimal ada contoh KIE di setia kecamatan.

“Itu kita akan kembangkan untuk 2018, kita akan lakukan di seluruh kabupaten/kota untuk melakukan Pendampingan, minimal ada contoh di satu kecamatan kita adakan,” jelas Luthfie.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga dan KB, Fitriana, menuturkan, karena Dinas tersebut adalah Organisasi Perangkat Kerja (OPD) yang sangat baru, maka untuk tahun ini baru mengambil sampel di empat kabupaten/kota.

[NEXT-RASUL]

“Untuk tahun depan kita maksimalkan menyentuh seluruh kabupaten/kota. Ini memang OPD baru jadi hanya 4 kabupaten kita lakukan sampel. Seblumnya, yang sudah kita lakukan baru Jeneponto, ketiga kabupaten itu akan berjalan lagi untuk sosialisasi dan pendampingan, bagaimana pemakaian alat kontrasepsi yang baik dan benar, penyusunan KIE dan lain sebagainya,” pungkasnya.


div>