• Rabu, 23 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

4 Jagoan Golkar Bisa Senasib Sinjai

Makassar, Jeneponto, Pinrang, Dan Luwu Terancam Dikuasai Demokrat

Sabtu , 11 Mei 2013 13:51
Total Pembaca : 949 Views
Grafis : Mauluddin/rakyatsulsel

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Perseteruan Golkar dan Demokrat terus terjadi di Sulsel. 2 partai ini akan terus hadap-hadapan di beberapa Pemilukada Sulsel. Jagoan Golkar pun diprediksi akan keok mengulang Pilkada Sinjai yang dimenangkan Demokrat.

Terlebih, penetapan pasangan calon kepala daerah oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar melahirkan riak-riak di internal beringin sendiri. Ini karena penetapan pasangan Golkar terkesan dipaksakan dan tidak didasari survei.

Akibatnya, penetapan ini mengancam Golkar dalam merebut kursi kepemimpinan kepala daerah. Analisa ini datang dari Indeks Political Indonesia (IPI). Lembaga survei sekaligus konsultan politik ini  menilai, ada 4 Pemilukada yang menetapkan pasangan calon oleh DPP Golkar sangat jauh dari harapan partai, utamanya dalam memenangkan Pemilukada daerah, seeprti di Makassar, Luwu, Pinrang dan Jeneponto.

Dilihat dari survei terakhir yang dilakukan  IPI untuk Jeneponto, usungan Demokrat Iksan-Mulyadi 34,3 persen. Sementara usungan Golkar AFR-Maki 34,1 persen, sehingga akan menjadi tantangan besar untuk Golkar berebut kemenangan di Jeneponto.

“Beberapa calon kepala daerah yang ditetapkan Golkar sebagai calon, di antaranya; AFR-Maki (Jeneponto), Abdullah Rasid-HM Faisal Sarkawi (Pinrang), Andi Mudzakkar (Luwu), dan Supomo Guntur-Kadir Halid (Makassar) akan menimbulkan riak di internal Golkar sendiri. Tentu ini dimanfaatkan seterunya, Demokrat untuk mengusung calon terkuat,” papar Suwadi Idris Amir, Direktur IPI, kemarin.

Kekuatan Golkar di Pemilukada Luwu, lanjutnya, posisi incumbent, Andi Mudzakkar sangat berselisih jauh dari penantangnya, Basmin Mattayang yang diusung Demokrat. Bahkan, selisihnya hingga 15 persen. Ini diprediksi akan berakibat pada kekalahan Golkar.

Pemilukada Pinrang juga demikian. Kendati Golkar mengklaim infrastruktur akan bekerja untuk memenangkan pasangan calon yang ditetapkan akan tetapi Demokrat juga tidak akan tinggal diam dalam memenangkan pasangan calon yang ditetapkannya. “Disinilah tantangan Golkar untuk menumbangkan jagoan Demokrat karena diketahui Demokrat mengakomodasi beberapa kepala daerah yang memiliki kekuatan untuk memenangkan Pemilukada di 4 daerah ini,” lugasnya.

Kendati diprediksi bakal kesulitan di 4 daerah, DPD I Golkar Sulsel beranggapan kalau kekuatan Golkar akan tetap solid.

“Ya, kita di Golkar akan all out untuk memenangkan pasangan calon kepala daerah. Ini sudah menjadi tanggung jawab kader dalam memperjuangkan kemenangan Golkar,” tegas Arfandi Idris, malam tadi.

DPD I dan DPP, yakin Arfandi, tidak akan tinggal diam dan akan mengerahkan tim strategi terbaik. “Kita tidak ingin kursi Golkar sebagai kepala daerah pindah ke kandidat lain utamanya partai lain,” lugasnya.

Di sisi lain, Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, menganggap kalau Demokrat tidak sembarangan memilih calon kepala daerah. Demokrat, kata Ilham memiliki kajian dan survei dalam menentukan pasangan calon kepala daerah.

Hal ini dibuktikan, turunnya rekomendasi dukungan Pemilukada Luwu ke Basmin Mattayang dan Syukur Bijak. Pasangan balon dengan tagline BAIK untuk Luwu ini diusung tiga partai yakni Demokrat, Hanura dan PBR. “Kami yakin dukungan masih akan datang dari partai pengusung lain. Saat ini, kami sudah melakukan fit and proper test di PDIP dan Gerindra,” terang Basmin, kemarin.

Menurut Basmin, keputusannya untuk berpaket dengan Syukur, sudah melalui proses pertimbangan yang panjang. Termasuk soal pemecatan dirinya dari Partai Golkar, partai yang digelutinya selama ini. Seperti yang diketahui, Basmin memilih maju lewat partai lain setelah Golkar tidak mengusungnya. “Itu (pemecatan) sudah resiko. Saya maju karena berangkat dari niat yang baik. Soal sanksi dari Golkar, saya siap menerima,” tandas bekas Bupati Luwu periode 2004-2009 ini.

Lembaga survei Celebes Research juga mengunggulkan paket BAIK atas rival-rivalnya di Luwu, September 2013 mendatang. Pasalnya, hasil survei CRC menempatkan elektabilitas Basmin dan Syukur berada pada posisi yang diunggulkan. “Elektabilitas Pak Basmin berada pada angkla 55 persen, menggungguli Andi Mudzakkar (incumbent) yang berada pada angka 32 persen. Sedangkan Pak Syukur pada posisi 11 hingga 12 persen. Ini survey pada Februari lalu,” kata Direktur CRC, Herman Heizer, kemarin. (RS6-RS2)