SELASA , 18 DESEMBER 2018

4 Terduga Teroris di Sulsel Jaringan Daeng Koro

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Sabtu , 11 Agustus 2018 17:00
4 Terduga Teroris di Sulsel Jaringan Daeng Koro

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. foto: jpg

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka diduga merupakan jaringan kelompok Santoso dan Daeng Koro.

Penangkapan empat terduga teroris dilakukan Jumat (10/8) kemarin. Dua orang di antaranya dibekuk di Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulsel. Yakni, ID, 28, dan RU, 40.

Dua terduga teroris lainnya ditangkap di Desa Liliriattang, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, Sulsel. Adalah MU alias YD, 37, dan BD, 28.

Berdasarkan data kepolisian, Daeng Koro yang menjadi pimpinan keempat terduga teroris itu merupakan mantan anggota TNI yang dipecat pada 1992. Daeng Koro terlibat kasus asusila dan diberhentikan dengan tidak hormat.

Pengalaman dan latar belakang militer yang dimiliki Daeng Koro, membuatnya sebagai teroris paling berbahaya selain Santoso. Ia tewas dalam sebuah penyergapan Polri pada April 2015.

“Jadi mereka ini adalah tergabung dalam kelompok Santoso dan Daeng Koro. Mereka ditangkap bertahap. Lebih dulu di Lutim, kemudian menyusul di Bone,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani dalam ekspos tangkapan empat terduga teroris di Makassar, Sabtu (11/8).

Kesehariannya, keempat terduga teroris berbaur dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Kebiasaan adaptasi dengan kondisi yang betul-betul dirancang rapi, sehingga keberadaan mereka sulit untuk diketahui.

“Jadi mereka ini hidup di tengah-tengah kondisi masyarakat. Mereka ada yang bertani dan berkebun. Jadi mereka susah untuk diketahui. Itu yang mereka praktikkan untuk hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar,” terang Dicky.

(rul/JPC)


div>