SELASA , 18 DESEMBER 2018

411 Tahun Makassar Semakin Diakui Dunia

Reporter:

Iskanto

Editor:

Jumat , 09 November 2018 08:45
411 Tahun Makassar Semakin Diakui Dunia

Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat meraih tiga penghargaan tertinggi nasional di Kantor Kementerian PAN RB, Jakarta, Rabu 24 Januari 2018.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari ini, 9 November 2018, Kota Makassar genap berusia 411 tahun. Berbagai capaian dan prestasi membanggakan pun telah diraih kota yang terkenal dengan julukan Kota Daeng tersebut.

Sudah tentu banyak perubahan-perubahan yang dialami setiap wali kota yang pernah memimpin Kota Makassar. Salah satu yang paling bersinar adalah kepemimpinan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto yang menjabat 2014 silam.

Keberhasilan Danny Pomanto diraih atas kepercayaan 1,5 juta penduduk Makassar (data BPS tahun 2018) yang mendukung pemerintah kota hingga pemerintah pusat dan dunia internasional turut memberikan kepercayaan.

“Capaian terbesar masyarakat merasa bangga jadi bagian Makassar dan kita dapat kepercayaan dari dunia berkat kepercayaaan masyarakat Makassar ke pemerintah kota,” ucap Danny Pomanto, Kamis (8/11).

Berkat kepercayaan itu, kata Danny, terlahir sebab-akibat yang berdampak pada peningkatan diberbagai hal. Seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi yang baik, hal ini dengan terlibatnya masyarakat yang saling mendukung.

Danny mengaku kerap menginstruksikan kepada bawahannya untuk bekerja dan berkinerja baik. Sebab, dengan berkinerja baik, akan mendapat penghargaan baik dari tingkat provinsi, nasional dan internasional.

“Strategi kita itu hanya kerja dan kerja, karena kalau sudah kerja dengan baik, maka prestasi dan penghargaan akan datang dengan sendirinya,” jelasnya.

Meski deretan prestasi dan penghargaan diraihnya, pria penggemar olahraga softball ini mengaku masih banyak kekurangan dalam perjalanan memimpin kota berjuluk Angin Mammiri ini. Seperti program deposito pendidikan, kawasan kuliner nusantara, kakilimata’ dan juga mall pelayanan publik bintang lima yang masih digodok untuk di realisasikan.

“Misalnya saja program saya unggulkan yaitu deposito pendidikan, tapi saya akui itu kesalahan saya karena memang tidak ada yang sempurna dan biarlah program yang tak berjalan menjadi ketidaksempurnaan saya memimpin,” ucapnya.

Meski begitu, kata Danny, dirinya bersama seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) akan terus berupaya melakukan yang terbaik di tahun terakhir memimpin Kota Makassar. Tahun 2019, fokus Danny membangun insfratruktur terkait jalan lingkungan.

Lebih jauh Danny mengatakan, selama empat tahun memimpin Kota Makassar, banyak raihan prestasi dan penghargaan. Bila dihitung, sejak 2014-2018 kurang lebih 170 penghargaan dari tingkat provinsi, nasional dan internasional.

“Makassar sekarang banyak yang contoh, misal smart city jadi percontohan baik nasional maupun internasional. Makassar mewakili Indonesia di Smart City Summit. Hanya empat tahun sudah 170 penghargaan, paling terasa itu keterlibatan masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, Andi Hadijah Iriani mengatakan, tiap tahun ada kecenderungan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.

“Dari tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Makassar 7,55. Tahun 2016 naik 8,03 kemudian tahun 2017 naik 8,23 dan tahun 2018 prediksi 8,4. Kontribusi pertumbuhan ekonomi Sulsel, 34,03 persennya merupakan kontribusi Kota Makassar,” ucap Iriani.

Mantan Asisten IV Wali Kota Makassar ini menambahkan, sektor jasa merupakan paling penting dalam perjalanan sebuah pemerintahan. Misalnya di sektor UMKM, perdagangan dan perindustrian, apabila sektor ini berjalan baik maka akan terbuka sektor lainnya.

“Makanya disitu bisa dipetik. UMKM, perdagangan, perindustrian itu yang harus hidup. Jika itu berhasil, berarti tingkat penganggguran akan menurun. Kenapa? ini jelas pertumbuhan ekonomi kita itu kurang lebih 20 persen berasal dari industri pengolahan,” ungkapnya.

Dari sisi inflasi, Iriani menjelaskan, Kota Makassar menjadi salah satu kota di Provinsi Sulsel yang menjadi indikator terjadinya inflasi selain Kota Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, laju inflasi Kota Makassar dari tahun 2013 hingga 2017 mengalami tren menurun.

“Kita lihat di tahun 2013 lalu, inflasi kita menyentuh 6,24, tahun 2014 meningkat menjadi 6,51. Tahun pertama Pak Wali (Danny) menjabat tahun 2015 turun menjadi 5,18, tahun 2016 turun 3,18 dan tahun 2017 4,48,” ungkapnya.

Adapun penghargaan yang pernah diraih Kota Makssar dibawah kendali Moh Ramdhan Danny Pomanto yakni, Nation Sanitasion Award, Kepala Daerah Terbaik versi Tempo, Open Government Award Singapura, Top inovasi publik, Kota Sehat, LPPD Penyelenggaraan Pemerintahan Terbaik, WTP, Adipura, ASEAN Environment Award, bets communicator Kategori Walikota.

Ada banyak program yang dicanangkan, setelah 28 bulan menjadi Wali Kota Makassar, Danny Pomanto melakukan perubahan besar, diantaranya mengutamakan kecepatan solusi, terdepan dalam prestasi dimana dilihat dari 5 penghargaan paling bergengsi telah diraih.

Terus melawan korupsi dengan transparan (tender yang transparan) tidak ada lagi bandar proyek, tidak ada lagi jual proyek dan tidak ada lagi jual jabatan sehingga tercipta perbaikan situasi dari beberapa kondisi buruk dan pecapaian kemajuan baru yang belum pernah dicapai sebelumnya seperti, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Piala Adipura dua kali berturut-turut. (*)


div>