KAMIS , 14 DESEMBER 2017

48 Sekolah Tanam dan Panen 1000 Sayuran

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Jumat , 13 Oktober 2017 20:50
48 Sekolah Tanam dan Panen 1000 Sayuran

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gerakan 1000 kebaikan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel) beri dampak positif bagi sekolah. Sebanyak 48 sekolah pada 24 kabupaten/kota di Sulsel lakukan tanam dan panen sayuran di halaman sekolah.

Gerakan yang dibuka oleh Gubernur Sulsel tersebut diawali dengan mengunjungi Sekolah Menengah Atas (SMA) X Makassar, Jumat, (13/10).

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan sesuai hasil kerjasama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara pihak SMA 10 dengan kepala Pasar Antang, nantinya hasil perkebunan para siswa seluruhnya akan dipasarkan di pasar tersebut.

“Ini hasilnya dipasarkan di Pasar Antang sesuai MOU tadi, mereka untung 30 juta sekali panen, dan hal itu juga meminimalisir pungli,” kata None–sapaan akrab Irman Yasin Limpo.

Kompetensi para siswa ini, kata None, dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk bekal tantangan bisnis kedepannya. “Kita harapkan kegiatan yang sederhana ini mampu menjadi jembatan bagi siswa untuk melahirkan siswa yang lahir dari pengetahuan mempuni, sehingga mampu mengendalikan tantangan yang ada,” jelasnya.

Selain itu, dengan medium tanam menggunakan bahan pipa paralon ini, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan penghasilan baru. “Seperti halnya sawi dan selada, itu panennya per dua bulan, itu juga sudah masuk pembelajaran biologi dan itu praktiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), usai membuka acara tersebut mengatakan, dengan kegiatan ini siswa dapat mandiri dan mampu menghadapi tantangan global.

“Kebiasaan membawa silabus ekstra kurikuler yang bernuansa global menggunakan piranti teknologi merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan hari ini dan kedepannya. Untuk itu pelajar kita harus bisa mengakses pergaulan dunia sehingga tidak gagal pergaulan,” jelas Syahrul.

Syahrul memprediksi 15 tahun kedepan para siswa ini akan dihadapkan dengan tantangan dunia usaha seiring dengan kemajuan teknologi. “Untuk itu sangat tepat jika secara dini kita tanamkan kemampuan siswa untuk menghadapinya,” pungkasnya. (*)


div>