SELASA , 13 NOVEMBER 2018

5 Orang Ini Pernah Disangka Menjahati Novel, Ini Daftarnya

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Selasa , 01 Agustus 2017 08:53
5 Orang Ini Pernah Disangka Menjahati Novel, Ini Daftarnya

int

RAKYATSULSEL.COM— Kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan masih terus bergulir. Terbaru polisi telah merilis sketsa wajah terduga pelaku yang kini tengah diburu keberadaannya.

Semenjak 11 April 2017, sudah ada puluhan saksi dan barang bukti diperiksa. Tapi dari sejumlah saksi itu, ada lima orang yang diperiksa dengan status diduga melakukan kejahatan terhadap Novel, namun setelah diperiksa ternyata tidak terbukti.

Berikut daftar terduga pelaku yang diperiksa secara intensif tapi tak terbukti bersalah:

1. Hasan, dia adalah pria yang sempat tertangkap kamera sedang ada di dekat rumah Novel. Dia terlihat beberapa waktu sebelum insiden penyiraman berlangsung.

Hasan diketahui berasal dari Kampung Lama, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Dia berprofesi sebagai debt collector.

2. Mukhlis, lelaki ini adalah rekan dari Hasan. Dia juga tertangkap kamera ada di dekat kediaman Novel di Kelapa Gading Jakarta Utara. Sama-sama berasal dari Kampung Lama, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Dia juga berprofesi sebagai debt collector.

Keduanya akhirnya diperiksa di Polda Metro Jaya. Namun ternyata tak terbukti, malah keduanya diketahui sebagai pembantu polisi dalam mengungkap kasus pencurian motor.

3. Andi Lestaluhu, dia adalah orang ketiga yang sempat diduga sebagai pelaku. Pasalnya Novel sempat mendapatkan foto Lestaluhu dari rekannya dan diserahkan ke Polri.

Namun setelah diperiksa mendalam, Lestaluhu tak terbukti terlibat. Dia yang bekerja sebagai salah satu petugas keamanan di tempat hiburan malam di Jakarta Pusat itu memiliki alibi kuat hingga polisi melepaskannya.

Pada saat hari kejadian, Lestaluhu ada di luar kota. Dia juga ternyata saling kenal dengan Hasan dan Mukhlis, dua terduga pelaku yang terlebih dahulu diperiksa.

4. Miko, saksi keempat yang sempat diduga pelaku ini diperiksa lantaran videonya viral di media sosial. Miko mengaku dipaksa oleh penyidik KPK untuk memberikan keterangan palsu.

Salah satu nama penyidik dia sebut adalah Novel Baswedan. Akibat hal itu, Miko diperiksa. Namun setelah dicek, ternyata dia tak terlibat di kasus itu.

5. Miryam, dia adalah salah satu saksi kasus korupsi E-KTP. Sengaja Miryam diperiksa karena khawatir dendam atas penetapannya sebagai tersangka di kasus itu. Pemeriksaan ini juga atas saran dari KPK langsung. Namun pada akhirnya dia juga terbukti tak terlibat di kasus itu.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan, ada lima orang yang sempat diamankan sebagai terduga pelaku. “Yaitu saudara M, saudara H, kemudian saudara MAL, kemudian dilanjukan dengan namanya Miko, karena muncul di medsos sehingga kita juga mencurigai apakah ada hubungan dengan saudara Novel, diamankan oleh anggota,” terang dia.

“Dan kemudian terakhir saudari Miryam yang bukan hanya atas permintaan dari KPK untuk dicalonkan pencarian penangkapan, tapi juga kita berasumsi yang bersangkutan ada hubungannya dengan peristiwa penganiayaan,” sambungnya.

Mantan Kapolda Papua ini menambahkan, kelima saksi itu sudah dicek alibinya semua. “Dan kami lakukan pemeriksaan mendalam, IT, saksi dan lainnya. Dan kami tidak mendapatkan hubungan antara kelima yang kami amankan dengan peristiwa penganiayaan,” terang dia.(elf/JPC)


div>