JUMAT , 14 DESEMBER 2018

51.800 Peserta Berebut Lolos SBMPTN di Panlok 82 Makassar

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 06 Mei 2018 22:59
51.800 Peserta Berebut Lolos SBMPTN di Panlok 82 Makassar

Ketua Panlok 82 SBMPTN, Prof Muhammad Jufri saat menggelar jumpa pers.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Panitia Lokal (Panlok) 82 Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 di Kota Makassar akan menggelar tes tanggal 8 Mei mendatang.

Ketua Panlok 82 SBMPTN, Prof Muhammad Jufri mengungkapkan, Pelaksanaan tes SBMPTN akan digelar di kampus yang menjadi pilihan calon mahasiswa baru (camaba). “Insya Allah tesnya 8 Mei,” ujar Muhammad Jufri, Minggu (6/5).

Dekan Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini menjelaskan, tes SBMPTN 2018 diikuti 51.800 peserta yang telah mendaftar sesuai pilihan jurusan di tiga kampus berbeda yaitu, Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Universitas Sulawesi Barat (Majene).

“Tes SBMPTN 2018 diikuti 51.800 peserta. Pendaftar di Unhas sebanyak 28.460 orang, UNM sebanyak 19.790 orang peserta. Dan sektor Majene 2.450 peserta,” tuturnya.

Dia menyebutkan, dari jumlah pendaftar SBMPTN sebanyak 51.800 peserta untuk tahun ini, terdapat 8 orang dari kalangan berkebutuhan khusus atau difabel (disabilitas), sehingga pihak panitia telah menyiapkan ruangan khusus serta alat bantu dilengkapi kepanitiaan untuk mengawasi.

“Kami perlu sampaikan juga, dari total pendaftar yang ikut tes. Terdapat rekan-rekan kita yang berkebutuhan khusus (difabel), sehingga kami panitia sudah siapkan ruangan khusus dan alat bantu serta panitia untuk pengawasan,” terangnya.

Menurutnya, peminat SBMPTN tahun 2018 meningkat ketimbang tahun 2017 yang hanya mencapai 47 ribu lebih. Oleh sebab itu pihak Panlok telah melakuan persiapan. Baik dari segi ruangan maupun panitia pengawas selama tes berlangsung.

“Jumlah peminat tahun ini meningkat ketimbang tahun lalau. Kami dari panitia juga telah menyiapkan segala hal. Misalnya, ruangan sebanyak 2542. Jumlah pengawas sebanyak 5084 orang,” terangnya.

Dia menambahkan, salah satu hal yang akan menjadi perhatian khusus adalah jasa joki. “Rektor UNM juga telah menyampaikan terkait pengawasan hal ini. Jika ketahuan, mahasiswanya akan disanksi mulai skorsing hingga dikeluarkan (DO),” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panlok 82 yang juga Humas Unhas Makaassar, Ishaq Rahman menyebutkan, pihak Unhas juga akan memberikan sanksi tegas bila kedapatan ada yang menjalankan praktek perjokian.

Menurutnya, pengawas yang terbukti membukakan jalan bagi joki akan dikenai sanksi tindak pidana umum hingga tindak pidana korupsi.

“Aspek hukum melalui LBH kami saat sosialisasi kepada 5084 orang pengawas. Kita menekankan apa saja konsekuensi hukum jika pengawas terlibat perjokian. Banyak pasal-pasal yang kena,” singkatnya. (*)


div>