RABU , 17 OKTOBER 2018

533 Peserta KIS BPJS Kesehatan Parepare Resmi Dinonaktifkan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 05 April 2016 16:35
533 Peserta KIS BPJS Kesehatan Parepare Resmi Dinonaktifkan

Kepala Unit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Parepare, Ade Eka Satria. foto: rahmaniar/rakyat sulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 533 peserta BPJS Kesehatan yang tergolong sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) telah resmi dinonaktifkan. Penonaktifan peserta BPJS Kesehatan yang didanai pemerintah pusat ini, resmi dinonaktifkan sejak 1 Januari lalu. Kendati demikian, hingga saat ini masih ada warga yang belum mengetahui status penonaktifannya sehingga dihimbau untuk mengecek keaktifan KIS yang dipegangnya.

Kepala Unit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Parepare, Ade Eka Satria, menyebutkan, selain 533 peserta dari Kota Parepare, juga terdapat tiga daerah lain, seperti Barru 4.317 orang, Pinrang, 4.125 orang, dan Sidrap 3.857 orang.

“Total yang dinonaktifkan berdasarkan SK Kemensos No. 168, 169, dan 170 tahun 2016 di empat daerah yang kami naungi yaitu 12.832 orang,” sebut pria berkacamata ini.

Ade menguraikan, jika 533 orang peserta KIS yang dinonaktifkan di Parepare tersebut lantaran sudah mampu, meninggal dunia atau pindah tempat tinggal. Ade menambhakan, perlunya warga pro aktif untuk melakukan pengecekan status keaktifan KIS yang dipegangnya di Puskesmas, Rumah Sakit atau di Kantor BPJS Kesehatan.

“Status penonaktifan tersebut ditetapkan Kemensos berdasarkan laporan atau hasil koordinasi dengan Dinas Sosial di masing-masing daerah, dan penggantinya juga ditetapkan oleh Kemensos sendiri” jelasnya.

Ade menjelaskan, jika ternyata warga yang telah dinonaktifkan tersebut ternyata memang tidak mampu, maka diharapkan segera melapor ke Kantor Dinas Kesehatan untuk didaftarkan sebagai peserta Jamkesda atau PBI BPJS Kesehatan yang dibayarkan pemerintah setempat. “Dan bagi yang mampu, segera mendaftar sebagai peserta mandiri untuk terus mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan,” pintanya. (***)


div>