MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

55 Napi Lapas Makassar Ujian Semester Ganjil

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 28 Desember 2016 11:57
55 Napi Lapas Makassar Ujian Semester Ganjil

Kepala Lapas Klas I Makassar, Marsidin Siregar memantau ujian semester ganjil tahun ajaran 2015-2016 yang diikuti puluhan tahanan, yang digelar oleh Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat (PKBM) Lapas Klas I Makassar, Jl Sultan Alauddin, Selasa (27/12). foto: ramlan/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat (PKBM) melaksanakan Ujian Semester Ganjil tahun ajaran 2015-2016 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar, di Jl Sultan Alauddin, Makassar, Selasa (27/12). Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa (27/12) hingga Jumat (30/12).

Kepala Lapas Klas I Makassar, Marsidin Siregar mengatakan, ujian semester ganjil ini bertujuan menenuhi hak konstitusi Anak Berhadapan Hukum (ABH) dan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) khususnya dalam hal memperoleh pendidikan.

“Pada hari ini kita melaksakan ujian kejar paket A, paket B dan paket C. Kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa untuk menuntut ilmu itu tidak dibatasi ruang dan waktu. Jadi semua warga binaan di lapas ini semua kita beri kesempatan,” ujar Marsidin.

Dijelaskan, syarat untuk mengikuti ujian paket A harus, nara pidana harus pernah duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kemudian, untuk paket B, peserta harus pernah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementaran, untuk Paket C harus pernah tercatat sebagai siswa di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Ujian kali ini diikuti 55 orang dibagi atas 15 untuk Paket A atau setara SD, 20 Paket B atau setara SMP dan 20 Paket C atau setara SMA,” bebernya.

Sementara, Humas Lapas Kelas I Makassar, Andi Moh Hamka mengatakan PKBM Lapas Klas I Makassar sudah menggelar ujian bagi warga lapas sejak 2007 silam. “Sebenarnya PKBM ini sudah ada sejak lama, tapi baru berbadan hukum sejak 2007 lalu,” pungkasnya.

Seorang peserta, Usman (17) tampak bersemangat menjawab soal Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada ujian semester ganjil 2015/2016. Anak yang berasal dari Jl Maccini ini masuk lapas karena kasus penjambretan. Ia ditahan selama 7 bulan. “Nanti bulan Maret saya bebas,” ujar Usman.

Usman mengaku bersemangat mengikuti ujian ini karena ingin mendapatkan ijazah dan melanjutkan pendidikan di SMA. “Saya mau kerja kantoran. Itu cita-citaku,” ungkapnya. (mg02/C)


div>