JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

5560 Maba UMI Ikut Pesantren Kilat.

Reporter:

Atho

Editor:

MA

Minggu , 26 Agustus 2018 14:46
5560 Maba UMI Ikut Pesantren Kilat.

Rektor Univeristas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Basri Modding, memasangkan kopiah ke salah satu perwakilan maba, saat membuka pesantren kilat Maba UMI, di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Padang Lampe, Minggu (26/08).

PANGKEP, RAKYATSULSEL – Sebanyak 5660 mahasiswa baru Universitas Muslim Indonesia(UMI) akan ditempa melalui pesantren kilat. Mereka akan dibekali program berbasis pendidikan islam selama dua hari dua malam.
Untuk gelombang pertama ini, sebanyak 750 mahasiswa baru dari Fakultas ekonomi mengikuti pesantren.
Kegiatan pesantren kilat mahasiswa baru ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa baru secara bergiliran berdasarkan fakultas masing-masing. Setelah mengikuti pasantren kilat, mahasiswa UMI juga diwajibkan mengikuti pesantren pencerahan kalbu selama sebulan.
Rektor UMI Prof. Basri Modding membuka langsung rapat senat terbuka luar biasa, dalam rangka penerimaan mahasiswa baru Universitas Muslim Indonesia tahun akademik 2018/2019, di pondok pesantren Darul Mukhlisin UMI, Padang Lampe, Kecamatan Ma’rang, Minggu (26/08).
Dihadapan ratusan mahasiswa baru, Basri Modding mengatakan, jika kegiatan ini merupakan tradisi tahunan UMI untuk peserta didik sebelum memasuki masa perkuliahan, tidak hanya itu, pesantren kilat ini sendiri menjadi program unggulan UMI, untuk menjadikan UMI sebagai pusat pendidikan karakter nasional.
“Kurikulim boleh sama, tapi ini yang membedakan. Mahasiswa betul-betul dilatih menjadi manusia yang jujur, bertaqwa dan bekerja keras,” ujar Basri Modding.
Terpisah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, yang juga merupakan ketua panitia pesantren kilat, Prof. Laode Husen mengatakanm, kegiatan pesantren kilat UMI merupakan satu-satunya kegiatan khusus yang hanya ada di UMI, yang merupakan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga dakwah.
“Saya ucapkan selamat datang di kampus Universitas Muslim Indonesia, Inilah kekhususan UMI yang berbeda dengan universitas lain di Indonesia. Khususnya sebagai lembaga pendidikan tinggi dan lembaga dakwah,” ungkap Laode.

div>