RABU , 17 OKTOBER 2018

60 Bangunan Hotel Di Penakkukang Bermasalah

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 22 Februari 2016 16:46

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar saat ini tengah menjalani masa reses masa sidang pertama di tahun 2016. Khususnya asal Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Manggala dan Panakkukang, akan memfokuskan agenda resesnya pada masalah bangunan yang banyak melangar roling jalan serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Pelanggaran tersebut banyak terjadi di kecamatan Panakkukang dimana pembangunan hotel tumbuh subur. Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan yang juga merupakan legislator Dapil IV, Mesakh Reymond menyebutkan, sekitar 60 lebih bangunan hotel di Panakkukang dicurigai bermasalah.

“Ada sekitar 60 bangunan hotel di Panakkukang dicurigai bermasalah, ini yang kita ingin cek kebenarannya oleh Dapil IV dengan memfokuskan reses pada masalah pembangunan di Kecamatan Mangala khususnnya di Panakkukang,” ungkap Ketua Fraksi PDIP ini, Senin (22/2).

Mesakh menambahkan, pelanggaran tersebut berupa IMB yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Beberapa bangunan kata dia banyak yang beralih fungsi dari izinnya yang diperuntuhkan untuk Rumah Toko (Ruko) tahun-tahu di lapangan yang dibangun adalah hotel.

“Mestinya kalau memang belakangan terjadi perubahan struktur dan fungsi bangunan, IMB nya harusnya ikut dirubah atau diperbaharui. Begitu juga dengan Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal),” ujarnya.

Ia menyebutkan seperti, hotel yang ditengarai bermasalah yakni Hotel Imawan, Hotel Vindhika, Hotel Bolevard, Hotel Jolin, Hotel Dempasar, Hotel Myko, Hotel Compor dan beberapa hotel lainnya. Sementara cafe yang juga punya masalah yang sama seperti Cafe and Resto Country.

Walau sebelumnya dewan melalui komisi A dan C telah pernah melakukan sidak memeriksa kelengkapan dokumen izin sejumlah bangunan di Kecamatan Panakkukang, namun dewan hanya memberikan rekomendasi agar dilakukan pembenahan. “Dalam reses ini akan kita tagih kembali pengelolah kbagaimana tindak lanjut dari rekomendasi yang sudah diberikan,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali menuturkan, reses dewan tergatung pada masalah dan keluhan masyarakat disetiap dapil. Ara -sapaan akrab Adi Rasyid Ali, yang merupakan legislator dapil IV sendiri akan lebih fokus pada persoalan bangunan liar yang banyak melanggar rooling jalan.

“Salah satunya itu Vida View di Bolevard, di mana bangunannya itu sampai mengambil jalan sepanjang lima meter,” kata Ara. Menurutnya banyak bangunan bermasalah di Panakkukang dan ditengarai ada orang-orang besar yang melindunginya sehingga sangat kebal terhadap hukum khusunua penindakan dari pemkot Makassar.


div>