SENIN , 10 DESEMBER 2018

60 Persen Pajak Parkir Berpotensi Hilang

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 14 Mei 2018 10:10
60 Persen Pajak Parkir Berpotensi Hilang

kantor balaikota (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, mencatat realisasi pajak parkir hingga pekan pertama Mei 2018 mencapai Rp5,7 miliar. Jika dibandingkan tahun lalu di periode yang sama, penarikan pajak parkir ini mengalami peningkatan hingga Rp300 juta atau sekitar Rp5,4 miliar.

Kendati demikian, Bapenda mengaku telah kehilangan potensi pajak parkir sebesar 60 persen, jika dibandingkan jumlah peningkatan kendaraan di kota Makassar saat ini.

hal ini diungkapkan oleh Kasubid Reklame, Parkir dan Retribusi Daerah, Adiyanto Said, yang mengatakan meski tahun ini mengalami surplus, namun potensi pajak parkir diprediksi hilang sampai 60 persen. Sebab, lanjutnya, capaian pajak parkir tersebut dinilai tidak sebanding dengan potensi yang ada (jumlah kendaraan).

“Cukup banyak (potensi pajak parkir yang hilang), kalau diperkirakan itu yang hilang sekitar 60 persen,” ungkap Adiyanto, Minggu (13/5)

Ia mengatakan, meski tahun ini target pajak parkir mengalami peningkatan, atau berkisar Rp116 miliar dari target tahun lalu yang hanya mencapai Rp30 miliar. Namun, dengan target Rp30 miliar tersebut, Bapenda bahkan masih mengalami defisit hampir 50 persen, atau hanya mampu menarik pajak parkir sampai Rp16 miliar.

Adiyanto mengungkapkan, salah satu alasan target pajak parkir dinaikkan hingga dua kali lipat lebih, lantaran nanti akan ada UPTD Parkir yang akan mengelola pendapatan sektor parkir.

“Kita tingkatkan targetnya sampai beberapa kali lipat, karena asumsinya parkir nanti rencananya akan di jadikan UPTD. Jadi, berdiri sendiri ki dan juga wajib pajak yang di PD Parkir nantinya akan di kelola oleh UPTD Parkir,” terang Adiyanto.

Sementara, Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan, menambahkan bahwa keberadaan UPTD Parkir pada prinsipnya yaitu efesiensi dan efektifitas terhadap penarikan pajak parkir.

“Sebenarnya sama dengan apa yang kita lakukan sekarang (UPTD Parkir), cuma kita mau lebih fokus untuk penanganannya yaitu peningkatan pendapatan dalam hal perparkiran,” ungkap Irwan.

Secara kelembagaan, lanjutnya, UPTD Parkir sudah dibentuk, bahkan Bapenda sudah menerima nomenklatur, hanya tinggal menunggu pengisian struktur organisasi sebelum UPTD itu dioperasionalkan.

“Nomenklaturnya sudah ada. Sudah ada wadah yang kita siapkan, tinggal nanti secara teknis dalam hal kelembagaannya sudah di bentuk, tinggal struktur yang menjalankan itu. Kita tunggu bapak walikota, pasti kita akan mengatur program yang akan kita lakukan disitu,” jelas Irwan Adnan.

Terpisah, Kasubag Kelembagaan Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kota Makassar, Indarwati, mengatakan bahwa draft UPTD Parkir sudah rampung sejak lama, hanya tinggal menunggu pengisian jabatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Sudah rampung draftnya (kelembagaannya), tinggal menunggu pengisian jabatan baru pelantikan, kalau sudah pelantikan baru berlaku UPTD Parkir,” singkatnya.(D)


div>