SENIN , 18 DESEMBER 2017

614 Desa Belum Terapkan Siskeudes

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 Oktober 2017 12:45
614 Desa Belum Terapkan Siskeudes

SISKEUDES. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, saat memberikan sambutan di acara Serah Terima "Source Code" Aplikasi Perizinan Online (SIMAP), Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP), Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dan Rapat Kerja Kepala Daerah Kelistrikan dan Telekomunikasi, di Ruang Pola Kantor Gubernur, Rabu (11/10). Syahrul mendorong agar semua desa di Sulsel menerapkan siskeudes. AL AMIN MALLIURI/RAKYAT SULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tercatat sekitar 614 desa yang tersebar di enam kabupaten di Sulsel, belum menerapkan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dalam mengelola dana desa.

Padahal, aplikasi siskeudes ini bisa membantu kepala desa dalam mengontrol pengelolaan keuangan desa secara tersistem.

Di Sulsel, pemerintah daerah yang belum menerapkan secara keseluruhan siskeudes adalah Toraja Utara, Sidrap, Pangkep, dan Maros. Sedangkan yang belum sama sekali menerapkan sistem ini, antara lain Jeneponto 82 desa, Bone 328 desa, dan Pangkep 65 desa.

Hal tersebut terungkap di sela-sela acara serah terima “source code” Aplikasi Perizinan Online (SIMAP), Tambahan Penghasilan Pegawai (TTP), dan Implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, kepada pemerintah kabupaten/kota se Sulsel.

Acara yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, diselenggarakan di Ruang Pola Kantor Gubernur, Rabu (11/10) kemarin.

Ketua Satgas I KPK, Tri Gamareva, mengungkapkan, salah satu tujuan penggunaan aplikasi ini, yakni dapat memudahkan kinerja para perangkat desa. Selain itu, juga karena melihat peningkatan jumlah kasus korupsi di Indonesia.

“Sesuai fungsi dan tugas KPK yang berwenang melakukan pencegahan tindak pidana korupsi (tipikor), sehingga kegiatan ini dilaksanakan. Tipikor akhir-akhir ini bukannya berkurang, tapi malah bertambah. Maka, pimpinan KPK terus mencegah korupsi dengan rutin menggelar sosialisasi,” ungkap Tri Gamareva.


div>