SENIN , 15 OKTOBER 2018

65 Kasus Korupsi Mandek di Kejati

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 07 Desember 2016 10:51
65 Kasus Korupsi Mandek di Kejati

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember nanti sisa menghitung hari. Menyambut hari itu, Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi berharap Kejaksaan Tinggi Sulselbar meningkatkan kinerja dalam penyelidikan kasus korupsi di Sulselbar.

Staf Badan Pekerja ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi, menilai, kasus dugaan korupsi yang ditangani Kejati Sulselbar masih banyak yang belum terselesaikan. Berdasarkan catatannya, masih terdapat 65 kasus yang terdiri dari 50 kasus saatpenyelidikan dan 15 kasus penyidikan.

“Data ini sifatnya masih sementara, dan kemungkinan masih akan bertambah, karena kami masih terus memutakhirkan data ini sampai tanggal sembilan mendatang,” katanya diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (7/12).

Wiwin menuturkan, kasus yang paling disorot yakni dugaan pungutan liar (pungli) pasar Lakessi Parepare dan korupsi alat pendidikan Kabupaten Wajo. Di dua kasus ini, pihak kejaksaan diduga sengaja memperlambat penanganannya.

Selain itu, ada juga beberapa kasus mencuat dan tidak tertangani dengan baik. Diantaranya dugaan korupsi gernas Kakao Luwu, kasus korupsi logistik KPU Sulsel, Kasus korupsi Bansos Sidrap, Kasus Korupsi Gas di Wajo, kasus korupsi alkes Pinrang, kasus korupsi bandara Bulu Kunyi Toraja, serta kasus korupsi RS Labuangbaji Makassar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengatakan, penanganan setiap kasus dugaan korupsi memiliki aturan yang telah ditentukan.

“Kita tidak bisa memaksakan sesuatu, biarkanlah penyidik bekerja menemukan alat bukti unsur pinada,dan alat bukti yang terang yang nantinya diajukan dipersidangan,” ungkapnya. (***)


div>