SELASA , 23 OKTOBER 2018

7.953 Calon Maba Berebut Kursi di UIN Alauddin

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 17 Juli 2017 10:51
7.953 Calon Maba Berebut Kursi di UIN Alauddin

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin memperketat seleksi penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) melalui jalur mandiri. Pasalnya, jumlah pendaftar tahun ini khusus jalur mandiri mengalami peningkatan dari total jumlah pendaftar 7.953, sementara kuota yang disediakan hanya 1.149 orang.

Sebanyak 7.953 calon Maba mengikuti tes jalur Ujian Masuk Mandiri (UMM) UIN Alauddin Makassar, Minggu (16/7).

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Dr Musafir Pababari, mengatakan program studi yang memiliki pendaftar paling banyak masih dipegang Program Studi (Prodi) Manajemen, dengan jumlah pendaftar 856, sementara kuota yang disediakan hanya 26. Disusul Prodi Teknik Informatika dengan jumlah pendaftar 798, sedangkan kuota yang disediakan hanya 16.

“Program Studi Farmasi berada di urutan ketiga dengan jumlah peminat sebanyak 636, dan kuota disediakan hanya 18 orang,” ungkapnya diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/7).

Prof Musafir Pababari menambahkan, program studi yang memiliki peminat terbanyak memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Utamanya program studi yang masuk tiga besar peminat terbanyak.

“Ketiga program studi ini setiap tahun memang selalu memiliki peminat terbanyak, utamanya program studi Manajemen,” pungkasnya.

Selain program studi yang memiliki peminat terbanyak, ada pula beberapa program studi yang memiliki peminat sedikit atau program studi non favorit. Seperti Prodi Filsafat Islam, kuota yang disediakan sebanyak 14 orang sedangkan yang mendaftar hanya 8 orang. Kemudian Ilmu Falaq dan Ilmu Hadis.

[NEXT-RASUL]

Terkait fasilitas, Prof Musafir, menambahkan, dalam kepemimpinannya UIN Alauddin mengalami peningkatan dari segi fasilitas dan infrastruktur. Tujuan utamanya, yakni untuk meningkatkan kualitas sistem pembelajaran UIN Alauddin Makassar.

“Infrastruktur merupakan salah satu penunjang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, termasuk pembangunan ruangan perkuliahan dan ruangan dosen yang baru-baru ini telah dilakukan peletakan batu pertama,” terangnya. (***)


div>