KAMIS , 13 DESEMBER 2018

7 Cara Indonesia Kalahkan Thailand di Final Piala AFF 2016

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

faisalpalapa

Sabtu , 10 Desember 2016 09:21
7 Cara Indonesia Kalahkan Thailand di Final Piala AFF 2016

int

RAKYATSULSEL.COM— Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di final Piala AFF 2016. Sebuah laga yang jelas di atas kertas kurang mendukung ke arah Indonesia.

Timnas Garuda pun sempat bertemu dengan Thailand di fase grup dan kalah 2-4 kala itu.

Meski begitu, harapan tentu terbuka lebar. Apapun bisa terjadi. JawaPos.com coba menganalisis tujuh cara Indonesia agar bisa bungkam Thailand di final.

[NEXT-RASUL]

Manfaatkan Laga Kandang

Indonesia adalah tim yang sangat terbawa dengan dukungan fans. Ketika bermain di depan ribuan suporter tanah air dengan nyanyian dan kegilaannya, tenaga mereka akan bertambah dengan sendirinya, pun dengan performa yang tiba-tiba mencuat.

Laga kandang di Stadion Pakansari dipastikan akan sangat krusial karena jika berhasil meraih hasil yang baik, mental para pemain juga tak akan jatuh di Thailand.

[NEXT-RASUL]

Adaptif Taktik

Indonesia di turnamen ini terbilang sebagai tim yang tajam. Mereka selalu mencetak dua gol di tiap laga sejak fase grup. Menariknya, itu tak dipengaruhi filosofi Alfred Riedl.

Ada beberapa laga fase grup dimana Riedl membuat Indonesia sangat agresif, tapi dia juga bisa sangat pragmatis jika dibutuhkan seperti melawan Vietnam di leg kedua semifinal.

Hal ini sangat dibutuhkan menghadapi Thailand. Akan lebih baik jika Riedl belajar dari masalah praktik taktik tersebut di laga-laga sebelumnya.

[NEXT-RASUL]

Lini Bertahan Harus Tampil Sempurna

Masalah Indonesia adalah lini belakang sejak laga pertama di Piala AFF ini. Mereka kebobolan 7 gol di fase grup (kedua terbanyak setelah juru kunci Grup B, Kamboja dengan 8 gol), dan tiga gol pada dua laga semifinal.

Sudah sangat jelas masalah Indonesia adalah lini pertahanan. Dalam waktu yang pendek, Riedl harus bisa menemukan formula dan komposisi terbaik lini belakang agar setidaknya bisa menahan gempuran Thailand.

[NEXT-RASUL]

Persembahan Terakhir dan Terindah untuk Alfred Riedl

Riedl sudah menjadi salah satu pelatih paling dikenal di era modern milik Timnas Indonesia. Dia sempat cabut, tapi akhirnya kembali lagi. Ada kabar ini menjadi turnamen terakhir Riedl sebelum pensiun sebagai pelatih.

Sang pelatih memang sempat mengalami sakit satu tahun ke belakang. Dan ini jadi momen para pemain untuk mempersembahkan satu kebanggaan indah terakhir dan memasukkannya dalam buku sejarah sepak bola Indonesia.

[NEXT-RASUL]

Lilipaly dan Boaz Harus Tampil Trengginas

Sebagai dua pemain tertajam Indonesia, Stefano Lilipaly dan Boaz Solossa harus tampil seperti laga-laga sebelumnya. Akan jadi masalah jika pada laga puncak kedua pemain malah tiba-tiba cedera, tidak fit, atau tampil anti-klimaks.

Kreativitas dan skill Lilipaly sangat dibutuhkan untuk menembus lini belakang Thailand yang biasanya cukup agresif naik ke depan. Sementara Boaz adalah kartu AS. Dia yang bisa menciptakan momen-momen ajaib bagi Timnas Garuda.
[NEXT-RASUL]

Konsentrasi Penuh

Masalah Timnas Indonesia adalah konsentrasi di awal dan akhir laga. Ada momen ‘blank’ yang acap muncul. Ini terjadi saat Indonesia melawan Thailand di laga pertama saat mereka kaget dan kebobolan di awal laga.

Dan tentu laga leg kedua semifinal melawan Thailand. Unggul jumlah pemain tapi malah kebobolan dua gol. Para pemain harus konsentrasi 90 menit penuh dan jangan sampai melepas hal itu karena risikonya tinggi.

[NEXT-RASUL]
Kuasai Lini Tengah

Menguasai lini tengah tergantung dari taktik dan filosofi apa yang dipakai Riedl. Prediksi kami, Riedl akan memakai satu gelandang bertahan murni yaitu Bayu Pradana bersama Evan Dimas sebagai box to box yang akan membantu Lilipaly di laga kandang.

Sementara jika keuntungan didapatkan pada laga tersebut, strategi Double Breaker Bayu dan Manahati Lestusen akan kembali terlihat. Menguasai lini tengah, berarti Anda menguasai jalannya permainan entah atraktif atau pragmatis.
(rap/JPG)


div>