JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

700 Ribu Warga Sulsel Terancam Tak Bisa Nyoblos

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Kamis , 08 November 2018 07:48
700 Ribu Warga Sulsel Terancam Tak Bisa Nyoblos

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 700 ribu warga Sulsel terancam kehilangan hak suaranya pada Pemilu 2019 mendatang.

700 ribu warga Sulsel tersebut hingga kini belum juga melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Sementara pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) yang kedua akan digelar 13 November mendatang oleh KPU Sulsel.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Cacatan Sipil (Discapil) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, saat melakukan rapat koordinasi dengan KPU Sulsel di Kantor Gubenur Sulsel, Rabu (7/11).

“Sekitar 700 ribu yang belum. Saat ini baru mencapai 89, 77 persen dari 6 juta lebih pendunduk,” katanya.

Ia pun menargetkan perekaman KTP Elektronik rampung pada bulan Desember mendatang. “Masih banyak yang belum melakukan perekaman, kami target hingga akhir Desember. Dan jika tidak melakukan perekaman, data penduduk dinonaktifkan,” ujarnya.

Ia mengaku terus melakukan koordinasi dengan pihak KPU terkait pemutakhiran data Pemilu. “Termasuk menyikapi masukan dari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) soal adanya data ganda. Kami terus melakukan pemeriksaan.

Terkait data warga yang sudah meninggal, pihaknya juga meminta KPU untuk melaporkan jika menemukan hal tersebut. “Jadi KPU harus meningkatkan koordinasi dengan Capil, mana data yang harus dibersihkan supaya tidak masuk DPT,” tutupnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel, Uslimin mengatakan, bagi warga yang tidak melakukan perekaman KTP Elektronik maka tidak akan bisa dimasukan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Meskipun kita sudah tetapkan DPT, dan ada warga yang melakukan perekaman KTP di bulan Desember, maka masih bisa menggunakan hak pilihnya . Dia masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) dengan menggunakan KTP,” sebutnya.

Namun, kata Uslimin, DPK itu terbatas karena pada Pileg dan Pilpres nanti pemilih dibatasi 300 orang setiap TPS dan penambahan kertas suara 2 persen.

Olehnya ia mendorong kepada Discapil untuk menyelesaikan perekaman sebelum penetapan DPT akhir. “Kita berharap bisa diselesaikan dan dia minta (Capil) untuk memfasilitasi pemilih pemula yang belum melakukan perekaman bisa sesegera mungkin melakukan perekaman, walau itu bukan ranah kami tapi dampak positifnya ada, dan kita siap saja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sulsel, Misna M Attas menilai jika 700 ribu warga itu tidak terlalu banyak, karena tersebar di seluruh Sulsel. “Itu tidak terlalu banyak,” singkatnya. (*)


div>