RABU , 17 OKTOBER 2018

8.000 Honorer Takalar Jadi Pengangguran

Reporter:

Supahrin Tiro

Editor:

asharabdullah

Kamis , 25 Januari 2018 11:30
8.000 Honorer Takalar Jadi Pengangguran

Ilustras. (ist)

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Takalar, Syamsari Kita, merumahkan 8.000 lebih tenaga honorer, yang tersebar di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal tersebut sesuai Surat Edaran Bupati Takalar Nomor 800/170/Kepeg tentang Peningkatan Kinerja dan Kualitas ASN, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang ditandatangani langsung Bupati Takalar H. Syamsari Kitta, tertanggal 22 Januari 2018.

Bupati Takalar, Syamsari Kitta mengatakan, pihaknya memang menonaktifkan semua tenaga honorer di daerahnya. Tetapi, ia telah merencanakan untuk melakukan ujian kompetensi terhadap mereka yang diberhentikan sementara.

“Kami akan menunggu analisis di OPD masing-masing, untuk mengusulkan nama-nama yang berkompeten di instansinya masing masing,” kata Syamsari, Rabu (24/1) kemarin.

Ia mengakui, jumlah tenaga honorer di Takalar lebih banyak dari jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN). Seperti tenaga sukarela di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit H Padjonga Daeng Ngalle.

“Tenaga sukarela itu disana terlalu banyak, apalagi yang bertugas di bagian pelayanan, utamanya di Unit Gawat Darurat (UGD) yang selama ini telah banyak dikeluhkan oleh masyarakat terkait pelayanannya. Kedepannya, kami akan menempatkan di sana khusus ASN,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu yang menjadi pertimbangannya sehingga 8.000 tenaga sukarela diberhentikan, karena dari tahun sebelumnya sudah ada peringatan dari BPK tentang perlunya alternatif lain untuk tenaga sukarela dan penegasan larangan pengangkatan tenaga honorer dari Menteri Dalam Negeri pada tanggal 10 Januari 2013 lalu. Apalagi, tahun ini akan ada tunjangan perbaikan penghasilan untuk ASN, dimana perlu data ril tentang kinerja ASN.

“Pemerintah Kabupaten Takalar akan tetap memikirkan alternatif lain setelah tahapan ini. Antara lain seleksi ulang, job fair, dan mendidik mereka untuk menjadi enterpreneur,” janji Syamsari. (*)


div>