RABU , 12 DESEMBER 2018

80 Persen Pejabat Pemkab Soppeng Gaptek

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 08 April 2016 12:13

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Penguasaan teknologi informasi di jajaran pemerintah terutama di posisi pejabat tinggi, seharusnya bagus untuk mengikuti perkembangan teknologi yang makin maju.

Hal itu harus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik dan lebih maju. Namun di jajaran Pemkab Soppeng sekitr 80 persen dari total ratusan pejabat mulai dari eselon IV hingga II terindikasi Gaptek alias gagap teknologi.

“Selama lebih sebulan ditugaskan  Bupati untuk menilai kemampuan penguasaan teknologi di SKPD, saya bisa memastikan hampir 80 persen pejabat Pemkab Soppeng tak menguasai teknologi informasi, bahkan yang paling mudah dan paling dasar sekalipun,” kata Asrar SKom, tenaga ahli Bupati Soppeng bidang teknologi informasi.

Dia mengatakan, saat ini,  Bupati Soppeng mencoba menerapkan sistem koordinasi staf dengan menggunakan teknologi whatsApp (WA). Namun hingga pekan ketiga, penerapan teknologi itu hanya tak lebih dari setengah pejabat setingkat eselon II dan IIIa yang mampu mengaplikasikan teknologi itu.

“Padahal, teknologi WA adalah salah satu aplikasi paling dasar setingkat sms dan bbm. Bupati tak bisa maksimal karena tak semua pejabatnya masuk dalam sistem yang memudahkan koordinasi ini. Ada yang memang tak punya smartphone dan ada juga yang sama sekali tak tahu apa itu WA,”  ujar Asrar.
Padahal, Grup WA dengan sandi Forum SKPD dan Tenaga Ahli itu dibuat untuk memudahkan koordinasi dimanapun Bupati dan  Wakil Bupati serta pimpinan SKPD berada.

“Bahkan, Bupati berencana akan rapat di grup itu meski tak berada di Soppeng. Pimpinan SKPD juga bisa setiap saat mengirimkan laporannya baik bergambar maupun  dalam bentuk video,” tambahnya.

Kondisi itu akan menyulitkan untuk memulai rencana besar berupa sistem e-government terintegrasi yang kini coba dibangun Pemkab Soppeng. “Ini memang akan menyulitkan, tetapi akan coba diatasi dengan membuat pelatihan-pelatihan bagi mereka. Saya pikir selama ini tak ada yang mengajari, jadi kondisinya seperti ini,” tukasnya.


div>