RABU , 13 DESEMBER 2017

83 Persen Masyarakat Puas Layanan Samsat

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Muh Sophian AS

Kamis , 16 November 2017 23:16
83 Persen Masyarakat Puas Layanan Samsat

Rapat Koordinator ISPEI dan ekspose hasil survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kantor Bapenda Sulsel, Kamis (16/11). foto : Al Amin Malliuri/RakyatSulsel

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pelayanan Samsat di 25 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Selatan (Sulsel) meraih angka kepuasan pelanggan yang cukup tinggi. Hasil survey Institut for Social and Political Economic Issues (ISPEI) mencatat tingkat kepuasan pelanggan 83,96 persen atau senilai A.

“Respon masyarakat terhadap pelayanan Samsat di Sulsel sangat baik, dari hasil survey yang kami lakukan, diperoleh tingkat kepuasan pelanggan (wajib pajak) mencapai angka 83,96 persen atau setara dengan nilai A,” ujar Koordinator ISPEI, Imam Mujahid, saat melakukan ekspose hasil survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di Kantor Bapenda Sulsel, Kamis (16/11).

Hasil survey tersebut dipaparkan Imam dihadapan para Kepala Bidang lingkup Bapenda, para Kepala UPT dan Kepala Sub Bidang, survey itu dilakukan ISPEI menggunakan metodologi sampel sebanyak 2.250 responden, terdiri dari masyarakat pengguna layanan, masyarakat umum dan petugas pelayanan/acak.

Menurut Imam, meski prestasi itu terbilang baik apalagi ditambah dengan 6,60 persen pelanggan yang mengaku puas sekali, akan tetapi jajaran Bapenda masih harus berhadapan dengan tantangan berat karena pelanggan yang kurang puas mencapai angka 8,73 persen dan yang tidak puas 0,71 persen. “Ini harus dicari penyebabnya, mengapa mereka tidak puas, apa karena fasilitasnya yang kurang nyaman atau pelayanan petugasnya yang belum maksimal, jelasnya.

Dia juga menambahkan, dari seluruh bentuk pelayanan yang diterapkan Bapenda di semua daerah, ternyata 72,95 persen responden lebih suka dengan bentuk pelayanan reguler di kantor Samsat. “Mengenai ketepatan waktu pembayaran pajak, 62,32 persen responden selalu tepat waktu, 30 persen sesekali menunggak, 6,51 persen selalu menunggak dan 0,98 persen belum pernah membayar pajak kendaraannya,” urai Imam. (*)


div>