SELASA , 23 OKTOBER 2018

88 Tutor Keaksaraan Diberi Pelatihan PNFI

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 29 September 2015 16:25

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Sebanyak 88 orang pengelola, penyelenggara dan tutor Pendidikan keaksaraan, dibekali pelatihan pemberdayaan Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI). Kegiatan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi dan ilmu pengetahuan, serta peningkatan pelaksanaan tugas-tugas tambahan yang relevan dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pelatihan yang digelar oleh Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) tersebut, berlangsung selama 3 hari (28-30/9), dilaksanakan di SMA Negeri 2 Malili.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Luar Sekolah dan Luar Biasa Dinas Dikbudparmudora, Raoda K mengatakan, sasaran dari kegiatan pelatihan tersebut adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran unsur penunjang lain di kelompok belajar masing-masing PKBM.

Sebagai pemateri utama adalah Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, H. Jamal Abdi.

Staf Ahli Pembangunan, Labesse dalam sambutannya mengatakan, Pemkab Luwu Timur dituntut agar terus melakukan upaya upaya untuk meningkatkan kompetensi dalam memfasilitasi pembelajaran pendidikan keaksaraan berdasarkan kecakapan yang miliki oleh warga belajar secara efektif.

Proses belajar yang baik akan terwujud, kata Labesse, jika pengelola penyelenggara dan tutor memiliki pengetahuan terhadap tata cara penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan kebutuhan para warga belajar, sesuai dengan standar kurikulum.

Ditambahkan bahwa menyelenggarakan pendidikan keaksaraan bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, para pengelola, penyelenggara dan tutor diberi pelatihan untuk dibekali bagaimana melakukan perencanaan pembelajaran keaksaraan, menyusun bahan ajar, metode mengajar, dan materi yang lain yang dianggap relevan dengan tugas saudara.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan agar seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensi, khususnya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai tenaga pendidik,” harap Labesse.

Dia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 18 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang ada di setiap kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur. Pusat Belajar itu menjalankan beberapa program pendidikan, di antaranya Pendidikan kesetaraan paket A,B dan C, pendidikan kewirausahaan, dan beberapa program lainnya.

“Untuk itu, Dinas Dikbudparmudora selaku SKPD terkait agar terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi termasuk kebutuhan belajar warga belajar, baik melalui proses adaptasi, adopsi, maupun inovasi,” kata Labesse menutup sambutannya.


div>