SABTU , 21 APRIL 2018

91 Persen Jalan di Sulsel Dalam Kondisi Baik

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 09 Januari 2018 11:49
91 Persen Jalan di Sulsel Dalam Kondisi Baik

BBPJN temui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di ruang kerja gubernur, melaporkan progres BBPJN hingga awal tahun 2018, Senin (8/1). Foto: Al Amin/RakyatSulsel

* Tahun Terakhir Kepemimpinan Sayang Jilid II

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kondisi terkini untuk jalan Nasional di Sulsel mencapai 91 persen. Sementara selebihnya masih dalam tahap perbaikan. Sementara 9 persen sisanya terdiri dari kondisi rusak ringan 6,04%, sedangkan rusak berat 2,96%.

“Sepanjang 157,20 Km atau 9 persen ini terdiri dari kondisi rusak ringan 105,40 Km (6,04%) sedangkan rusak berat 51,80 Km (2,96%). Total dari jumlah kondisi mantap dan tidak mantap ini sepanjang 1.745,92 Km,” ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Kementrian Pekerjaan Umum dan Rumah Rakyat, Miftachul Munir saat melaporkan progres pengerjaan jalan Nasional di Sulsel kepada Gubernur Sulsel, Senin (8/1).

Sementara kata Miftachul selama tahun 2017 hingga rencana program tahun 2018, kondisi Jalan Nasional Provinsi Sulsel untuk semester dua tahun 2017 dengan kondisi mantap sepanjang 1588,72 km atau 91 persen, kondisi mantap ini terdiri dari kondisi jalan baik sepanjang 974,35 Km (55,81%), kondisi jalan sedang 614,37 Km (35,19%).

Adapun untuk alokasi anggaran tahun 2017 dengan total Rp1.327.090.889.000 terdiri dari preservasi jalan sebesar Rp721.920.751.000 (54,40%), pembangunan Rp372.424.178.000 (28,06%), jembatan Rp65.997.435.000 (4,97%) sedangkan untuk perencanaan, pengawasan dan administrasi Rp166.748.525.000 (12,56).

Bukan hanya jalan Nasional, BBPJN juga melaporkan program startegis lainnya seperti paket-paket kontrak multi years daerah Mamminasata, Pembangunan Underpass Simpang Mandai Makassar dengan nilai kontrak Rp169,6 miliar, pembangunan Elevated Road Segmen 1 (Rp167,8 miliar), pelebaran Jalan Rantepao-Palopo (Rp141,6 miliar), Rekonstruksi Jalan Enrekang-Makale-Rantepao (Rp186,9 miliar), penanganan rehabilitasi jalan poros Karasiak – Keppe (Lolao) – Rantepao (Rp12,4 miliar).

Sedangkan untuk rencana program tahun 2018 dengan total anggaran Rp1.058.532.255 dengan perincian reservasi Rp544,111,087,000 (51,40%), pembangunan Rp277.766.302 (26,24%), jembatan Rp78.862.653 (7,45%) sedangkan untuk perencanaan, pengawasan dan adminsitrasi Rp157.792.213 (14,91%).

Selain itu, wacana menjadikan baypass Maminasata sebagai jalan tol kata Miftachul Munir mengatakan akan ditindak lanjuti.

“Paket-paket tol yang beliau sampaikan akan kita lebih pacu pengerjaanya,” pungkasnya.

Beberapa penanganan dilakukan untuk persoalan jalan misalnya, genangan air di badan jalan, banjir di badan jalan dan penurunan badan jalan.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo berharap program dari BBPJN bisa berjalan baik di Sulsel dan rampung sesuai target, sebagai gubernur di Sulsel siap mendukung, memfasilitasi dan mengasistensi.

“Saya kira kondisinya memang butuh kerja sama yang kuat dan perlu sinergistas yang holistik dan tulus, kenapa, karena Sulsel menjadi baromoter nasional,” kata Syahrul.

Selain itu, dia juga berharap beberapa program pembangunan infrastruktur yang sedang di kerjakan dan belum selesai. Seperti jalan dan jembatan lingkar tengah (middle ring road), poros Malino, jalan dan jembatan Mamminasata.

“Saya titip titip beberapa proyek yang belum selesai, karena masa jabatan saya sudah akan berakhir,” terang Syahrul. (*)


div>