SELASA , 18 DESEMBER 2018

99 Penderita HIV/AIDS di Lutim

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Kamis , 01 Desember 2016 16:11
99 Penderita HIV/AIDS di Lutim

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat mengadiri acara peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Lapangan Andi Nyiwi, Kamis (1/12). foto: rahim/rakyatsulsel.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Penderita HIV/AIDS yang dinyatakan positif di Kabupaten Luwu Timur mencapai 99 orang. Dari jumlah tersebut ada satu keluarga yang positif terserang HIV/AIDS.

Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat membuka acara peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia di Lapangan Andi Nyiwi, Kamis (1/12), mengatakan, tiga kecamatan terdeteksi mengidap HIV/AIDS terbanyak adalah Kecamatan Nuha, Towuti, dan Malili.

Dijelaskannya, di kecamatan Nuha, terdata 35 kasus, Towuti 12 kasus, Malili delapan kasus, Wasuponda empat kasus, Mangkutana empat kasus, dan Burau tiga kasus.

Dari jumlah tersebut, yang dirawat di RS PT Vale 66 orang, RSUD I Lagaligo Wotu sebanyak 611 orang, di Dinas Kesehatan 21 Orang, dan di Puskesemas satu orang.

“Fakta ini menunjukkan Lutim sudah rawan HIV/AIDS dan ini tugas kita untuk melakukan edukasi pencegahan dini agar jumlah penderita HIV/AIDS ini bisa terus ditekan,” ujar Irwan.

Yang paling memiriskan adalah satu keluarga di Desa Mahalona, Kecamatan Towuti satu keluarga yang positif HIV/AIDS. Bahkan, kondisinya sekarang sudah drop semua.

Irwan menjelaskan, HIV itu sejenis virus yang menyerang kekebalan tubuh, sementara AIDS itu adalah komplikasi penyakit yang bersarang dalam tubuh akibat sistem kekebalan tubuh sudah hilang akibat virus HIV.

“Cara pencegahan yang paling efektif adalah jangan berzinah, tepatnya jangan berhubungan kepada yang bukan pasangan sah. Kalau itu tidak bisa harus memakai kondom. Tak hanya itu jauhi narkoba yang menggunakan jarum suntik karena banyak juga penularan HIV/AIDS lewat jarum suntik,” jelasnya.

Namun, demikian Wakil Bupati menghimbau, agar warga tidak mengucilkan penderita HIV/AIDS ini dari pergaulan sehari-hari. Karena hal itu bisa menyebabkan yang bersangkutan akan merasa tersisih dari kehidupannya. (***)


div>