RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Abraham Samad Nilai OTT Cakada Karena Ada Mahar Politik

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Lukman

Kamis , 01 Maret 2018 21:40
Abraham Samad Nilai OTT Cakada Karena Ada Mahar Politik

Ketua KPK 2011-2015 Abraham Samad, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan, Ketua KNPI Sulsel Imran Eka menjadi narasumber pada diskusi "Pemuda dan Poltik Begini Karena Korupsi begitu" di Black Se Cafe, Jl Sultan Alauddin Makassar, Kamis (1/2).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Saat ini ada empat calon kepala daerah ikut Pilkada 2018 yang terjaring operasi senyap KPK dan telah mendekam di rutan. Mereka adalah calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae, calon Bupati Jombang Nyono Suharli, calon Bupati Subang Imas Aryumningsih, dan calon Gubernur Lampung Mustafa.

Melihat hal tersebut, Mantan Ketua KPK, Abraham Samad mengatakan, jika adanya OTT yang dilakukan KPK saat ini, tehadap kandidat calon kepala daerah dikarenakan tingginya mahar politik yang dilakukan partai pengusung mereka.

“Orang bisa dicalonkan menjadi bupati, walikota atau atau gubernur dengan membayar sejumlah mahar,” kata Samad usai menghadiri diskusi Pemuda dan Politik di Black Sea Cafe Jl Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (1/3).

Dirinya juga melanjutkan, jika saat ini partai politik tidak memiliki pertanggujawaban, sehingga pihak pemerintah tidak bisa melakukan audit keuangan partai tersebut.

“Partai politik tidak memiliki pertanggujawaban keuangan, kalau ada pastinya bisa diaudit berapa besar jumlah sumbangan yang masuk. Karena tidak ada laporan keuangan, maka sejumlah pengurus partai seenaknya saja mengenakan mahar kepada calon kepada daerah yang akan bertarung,” ungkapnya. (*)


div>