KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Abrasi Ancam Rumah dan Mata Pencaharian Penduduk Jeneponto

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Lukman

Senin , 06 Agustus 2018 15:40
Abrasi Ancam Rumah dan Mata Pencaharian Penduduk Jeneponto

Kondisi pesisir pantai Kampung Birang Loe, Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea.

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Kerusakan lingkungan yang dialami pesisir pantai Kampung Birang Loe, Kelurahan Tonrokassi Barat, Kecamatan Tamalatea makin lama makin parah. Pengikisan daratan oleh laut (Abrasi) yang menyebabkan kerusakan membuat masyarakat resah.

Warga Kampung Birang Loe yang mayoritas penduduknya adalah petani dan nelayan kini makin was-was dengan fenomena alam tersebut.

Salah satu warga, Nurdin Daeng Lewa yang jarak rumahnya hanya hitungan meter dari pantai mengaku sangat khawatir dengan abrasi ini. Berprofesi sebagai petani rumput Laut, makin hari dia merasa kesusahan karena jalan setapak yang setiap harinya dia lewati telah hilang diakibatkan oleh abrasi.

“Saya cemas terhadap kerusakan yang terjadi, semakin hari tambah parah, Berjalan ke pinggir pantai pun susah karena Jalan yang biasa kami gunakan sudah rusak,” ungkapnya, Senin (6/8).

Dia juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto agar memperhatikan hal tersebut. Warga yang berprofesi sebagai petani dan nelayan berharap agar Pemkab cepat menangani dan menjawab keresahan masyarakat.

“Kami berharap kepada Pemkab Jeneponto agar cepat turun tangan menyelesaikan permasalahan ini,” tambahnya.

Kepala Lingkungan Birang Loe, Jufri Daeng Nyau mengatakan abrasi paling parah terjadi dua tahun terakhir. Bahkan sawah yang berada dibelakang rumahnya yang bersentuhan langsung dengan pantai juga ikut terkikis.

“Abrasi ini sudah sampai pada tahap yang sangat menkhawatirkan, kami berharap kepada pemkab agar dapat melihat langsung apa yang terjadi di kampung kami,” jelasnya. (*)


div>