SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Abu Tours Didesak Kembalikan Uang Jemaah

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Selasa , 20 Februari 2018 12:00
Abu Tours Didesak Kembalikan Uang Jemaah

ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Permasalahan antara travel Abu Tours dengan ribuan jemaah umrah semakin meruncing. Sebagian besar jemaah mendesak agar uangnya dikembalikan, dan menolak maklumat yang dikeluarkan manajemen Abu Tours.

Berdasarkan pantauan Rakyat Sulsel, kantor pusat Abu Tours di persimpangan Jalan Kakatua – Jalan Sam Ratulangi Makassar, Senin (19/2) kemarin sekira pukul 13.00 wita, nampak sepi. Resepsionis kantor tersebut mengatakan, manajemen sedang mengunjungi kantor cabang di Jalan Baji Gau Makassar.

“Semua manajemen sedang mengunjungi kantor cabang di Jalan Baji Gau,” ujar resepsionis yang menolak menyebutkan identitasnya.

Sementara, saat penulis menyambangi bagian pelayanan Kantor Cabang Abu Tours di Jalan Baji Gau, menemukan salah seorang calon jamaah umrah asal Makassar protes atas keterlambatan pengambilan keputusan pemberangkatannya. Pasangan suami istri ini mendesak agar pihak Abu Tours mengembalikan saja dana sebesar Rp 80 juta yang telah mereka setor.

“Saya tunggu sampai besok, dana Rp 80 juta sudah ditransfer ke rekeningku,” ancam jemaah yang belum diketahui identitasnya tersebut, dengan raut wajah yang penuh emosi.

Sedangkan, staf Abu Tours yang menghadapi jemaah tersebut hanya terdiam.

Menanggapi persoalan yang dihadapi ribuan jemaah Abu Tours, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono, mengatakan, sebaiknya Abu Tours mengembalikan saja dana jemaah, apabila tidak memberangkatkannya ke Tanah Suci.

Kemenag Sulsel berkomitmen melindungi jemaah yang telah menyetorkan dananya kepada Abu Tours.

“Kemenag Sulsel tentunya berkewenangan melindungi jemaah,” ujar Kaswad, Senin (19/2).

Menurut dia, hanya ada dua solusi yang bisa ditempuh pihak Abu Tours. Yakni memberangkatkan ke Tanah Suci, atau mengembalikan dana jemaah.

Meskipun demikian, Kemenag Sulsel tidak berkewenangan mengintervensi pihak Abu Tours agar mengembalikan dana jemaah. Kemenang hanya bisa melakukan pembinaan kepada travel umrah yang punya legalitas dan melindungi jemaah.

“Abu Tours memiliki izin legalitas, maka Kemenag Sulsel berwewenang melakukan pembinaan. Sedangkan jemaah tentunya dilindungi,” terangnya.

Ia juga menyinggung soal langkah jemaah yang melaporkan permasalahan ini kepada aparat kepolisian. Kaswad mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel, dan diperoleh informasi sebanyak 206 jamaah yang telah melaporkan Abu Tours untuk mendapatkan keadilan.

“Kemenag Sulsel mendukung langkah jemaah yang melapor kepada kepolisian karena belum ada solusi yang diberikan Abu Tours,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Polda Sulsel telah membuka posko pengaduan Jemaah Abu Tours di Mapolda Sulsel. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengimbau kepada jemaah Abu Tours yang merasa dirugikan, bisa langsung melaporkan ke tim penyidik.

“Resmi kami buka posko pengaduan jemaah Abu Tours ini kepada masyarakat yang merasa dirugikan atau dikecewakan travel ini,” kata Kombes Dicky.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Abu Tours Travel, Hamzah Mamba, tetap berkomitmen memberangkatkan seluruh jemaah yang mengalami penundaaan. Melalui maklumatnya, ia memberikan tiga pilihan kepada jemaah agar tetap bisa berangkat.

Pertama, menambah biaya paket Rp 6 juta dan mengajak dua jemaah baru dengan harga paket Rp 21 juta. Kedua, menambah biaya paket Rp 10 juta dan mengajak satu jemaah baru dengan harga paket Rp 21 juta. Ketiga, jika jemaah/agen yang telah mendaftar dan tak mengajak jemaah baru, maka wajib membayar paket Rp 15 juta dan berhak mendapatkan bonus voucher umrah tiga lembar dengan nilai per voucher Rp 5 juta.

Bagi jemaah yang bersedia melakukan penambahan biaya dan mengajak jemaah baru, akan langsung diberangkatkan dalam kurun waktu 4-7 hari setelah penambahan.

Sedangkan jemaah yang tak bersedia menambah biaya sesuai standar Kemenag dan kebutuhan pajak KSA, maka manajemen Abu Tours tetap berkomitmen untuk memberangkatkan umrah, namun hingga kemampuan keuangan manajemen Abu Tours memungkinkan dilaksanakan. (*)


div>