RABU , 25 APRIL 2018

Abu Tours Wajib Kembalikan Uang Jemaah

Reporter:

Irsal - Ramlan

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 April 2018 13:00
Abu Tours Wajib Kembalikan Uang Jemaah

Kantor Abu Tours. (ist)

* Terancam Dipailitkan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT. Amanah Bersama Umat atau Abu Tours wajib mengembalikan atau memberangkatkan jemaah yang telah menggugat selama 45 hari. Demikian putusan Pengadilan Niaga melalui Pengadilan Negeri (PN) Makassar terkait gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) jemaah Abu Tours, Kamis (5/4).

Dalam hasil putusan yang dibacakan oleh ketua Majelis Hakim, Budiansyah, Abu Tours diberi waktu selama 45 hari untuk mengembalikan biaya ribuan jemaah dan satu vendor yang telah menggugatnya. Namun putusan ini masih bersifat sementara.

“Menetapkan PT. Amanah Bersama Umat atau Abu Tours untuk mengembalikan atau memberangkatkan jemaah yang telah menggugat selama 45 hari dengan menunjuk kurator sebagai tim pengurus PKPU itu,”kata Budiansyah dalam sidangnya.

Kurator yang dimaksud oleh majelis hakim ialah Tasman Gultom. Budiansyah mengatakan Tasman Gultom yang nantinya yang akan menjadi tim pengurus PKPU PT Amanah Bersama Umat (Abu Tours & Travel).

Namun jika dalam 45 hari nanti Abu Tours tidak bisa mengembalikan dana jemaah, maka Abu Tours masih bisa meminta waktu pengembalian hingga maksimal 270 hari. Apabila dalam jangka waktu tersebut, Abu Tours masih tidak bisa melunasi utang-utangnya maka konsekuensi yang harus diterima Abu Tours ialah dipailitkan.

Dari data yang dihimpun total ada Ada sembilan agen dengan jumlah 1.282 jemaah yang memilih menggugat perdata kepada Abu Tours, beserta Hamzah Mamba dan istrinya. Total ada dana Rp.18.203.546.000 miliar yang dituntut jemaah untuk dikembalikan. Biaya ini merupakan jumlah biaya yang telah jatuh tempo.

Selain jemaah, ada juga satu vendor yang menggugat Abu Tours. Vendor tersebut merupakan jasa penyedia tiket yang menuntut dananya dikembalikan oleh Abu Tours. Ada Rp.2.612.900.000 miliar dana yang diduga digelapakan oleh pihak Abu Tours.

Sementara itu, Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel kembali menyita aset tidak bergerak berupa kantor Abu Tours di Depok, Jawa Barat.

“Penyidik Krimsus Polda Sulsel melakukan penyitaan kantor Abu Tours di Jalan Cinere Raya No. 102 E Cinere Depok,” ungkap, Kabid Humas Polda Sulsel. Kombes Pol. Dicky Sondani, Kamis kemarin.

Sebelumnya, Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel menyita satu aset tidak bergerak dan satu aset bergerak milik CEO Abu Tours di Depok Provinsi Jawa Barat.

Aset tersebut berupa satu unit rumah mewah di salah satu perumahan bermanama Kartika Residence, Blok A No 7 yang terletak di Jl. Bukit Cinere, Kelurahan Cinere Depok.

“Penyidik Polda Sulsel bersama tim dari Polda Metro Jaya menyita satu unit rumah mewah dan satu unit mobil merek Toyota Alphard Vellfire,”ungkapnya, Rabu (4/3) kemarin

Dari seluruh aset yang disita oleh penyidik, total dari jumlah aset tersebut mencapai hingga senilai Miliaran rupiah. Maka total dari jumlah keseluruhan kedua aset tersebut sebesar 8,2 Miliar rupiah. “Aset Rumah 7 milyar dan mobil Toyota Alphard Vellfire 1,2 milyar,”terangnya

Dengan demikian, satu persatu aset Abu Tours yang disita hingga saat ini, aset kantor Abu Tours tersebut menambah jumlah aset tidak bergerak yang disita Polda Sulsel. Di mana sebelumnya telah disita 34 tanah dan bangunan milik Hamzah Mamba di Makassar dan Gowa

Selain itu, untuk aset bergerak Polda juga telah menyita lima kendaraan roda empat dan satu motor gede buatan Inggris Triumph senilai ratusan juta rupiah. “Sampai sejauh ini kami masih belum mendapatakan informasi keberadaan aset lain berupa mobil Lamborghini dan motor Harley Davidson. Kita masih cari,” kata Dicky. (*)


div>