Kamis, 24 Agustus 2017

ACC Tuding Kejati Lindungi Jen Tang

Selasa , 18 Juli 2017 12:08
Penulis : Armansyah
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Riset dan Data Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Wiwin Suwandi, menuding Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar melindungi Soedirjo Aliman alias Jeng Tang, dalam kasus dugaan korupsi lahan negara Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Menurutnya, dua tersangka yakni Rusdin dan Jayanti, yang merupakan supir dan karyawan Jen Tang, hanyalah boneka dalam kasus tersebut.

“Seharusnya Rusdin dan Jayanti tidak begitu saja dikorbankan, melainkan sebaliknya. Harus digunakan sebagai pintu masuk untuk menjerat penikmat uang hasil sewa lahan negara itu,” kata Wiwin diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (18/7).

Wiwin mengungkapkan, uang sewa lahan senilai Rp 500 juta diduga dinikmati oleh Jen Tang selaku pengelola lahan yang sebenarnya. Sementara, Rusdin dan Jayanti hanya digunakan sebagai boneka agar Jen Tang tidak terjerat hukum.

“Justru sang supir dan karyawan Jen Tang itu layak jadi justice collaborator, bukan malah dikorbankan. Malu lah, dengan masyarakat kalau Kejati kembali memaksakan diri melindungi Jen Tang. Apakah Kejati tidak capek melindungi Jen Tang dari dulu,” tudingnya.

Sementara, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Tugas Utoto, enggan menanggapi tudingan ACC Sulawesi. Ia mengaku, dalam menjalankan tugas menangani perkara korupsi, bukan karena takut tudingan ACC.

Untuk diketahui, sampai saat ini Kejati Sulsel baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus korupsi yang telah merugikan negara sebesar Rp500 juta ini.

Yakni, Asisten I Bidang Pemerintahan (Pemkot) Makassar Muhammad Sabri, supir dan karyawan Jen Tang, sebagai pemilik/pengelola lahan Buloa yaitu Rusdin dan Jayanti. Kendati demikian, pihak Kejati Sulsel sampai saat ini mengaku masihmenyelidiki keterlibatan Jen Tang dan peranannya dalam perkara tersebut. (***)