SELASA , 20 NOVEMBER 2018

ACI dan Apindo Survei Daya Saing Usaha di Sulsel

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 07 September 2018 21:40
ACI dan Apindo Survei Daya Saing Usaha di Sulsel

SURVEI DAYA SAING Ketua DPP Apindo Sulsel, La Tunreng, memberikan pengarahan mengenai pentingnya survei daya saing usaha tahun 2018 yang dilaksanakan Asia Competitiveness Institute (ACI) Lee Kuan Yew School of Public Policy Nasional University of Singapore kerjasama Apindo Sulsel di Hotel Claro Makassar, Jumat (7/9). foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Asia Competitiveness Institute (ACI) Lee Kuan Yew School of Public Policy Nasional University of Singapore bekerjasama dengan Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel melakukan survei daya saing usaha tahun 2018 daerah Provinsi Sulsel di Hotel Claro Makassar, Jumat (7/9).

Ketua DPP Apindo Sulsel, La Tunreng, sangat mengapresiasi atas survei daya saing daerah ini. “Bahkan data terakhir berdasarkan survei tahun 2017 lalu, Sulsel berada di ranking 11 saat ini dari 33 provinsi se-Indonesia. Mudah-mudahan hasil survei 2018 ini, nantinya Sulsel bisa kembali masuk sepuluh besar, seperti sebelum-sebelumnya yang pernah berada pada posisi kedelapan pada tahun 2015, kesembilan tahun 2016, dan 2017 posisi kedelapan,” harap La Tunreng.

La Tunreng mengatakan, penelitian yang dilakukan ACI Lee Kuan Yew School of Public Policy Nasional University of Singapore kali ini merupakan tahun ketujuh atau ketujuh kalinya.

“Penelitian ACI Singapura ini merupakan kerja sama dengan Apindo Sulsel.
Penelitian ini diharapkan memberikan keuntungan positif, terutama dalam membandingkan daya saing Sulsel dengan provinsi lain. Posisi Sulsel sendiri sangat bagus dari hasil penelitian ini. Dimana peringkat daya saing keseluruhan berada di posisi kesebelas,” jelasnya.

Sementara, Asisten Peneliti ACI-NUS, Nursyahida Ahmad, mengatakan, hasil survei 2018 akan dibuat dalam bentuk buku dan akan diterbitkan akhir tahun ini.

“Buku itu nantinya diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang ada di Sulsel untuk memahami mana yang menjadi kekuatan dan mana yang harus dibenahi, untuk pemerintah pusat sebagai gambaran perkembangan daerah-daerah di Indonesia, mana yang membutuhkan bantuan untuk bisa lebih maju, dan untuk investor harapkan dapat memahami potensi di masing-masing daerah,” terangnya.

“Intinya kita ingin pelajari kondisi daya saing 33 provinsi di Indonesia. Setiap provinsi kita adakan survei dan sharing hasil pemenelitian dengan Apindo, pemprov, dan kementerian terkait. Adapun keunggulan Sulsel ada pada perencanaan pemerintahan dan kelembagaan, termasuk juga kondisi usaha yang dinamis. Kedepannya Sulsel lebih meningkatkan potensinya sebagai simpul Kawasan Timur Indonesia (KTI) khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambah Nursyahida didampingi Dr Zhang Xuyao, Research Fellow ACI-NUS. (****)


div>