JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Ada Pungli di Pasar Sentral Pangkep

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 29 Mei 2017 17:11
Ada Pungli di Pasar Sentral Pangkep

Wabup Pangkep, Syahban Sammana, memantau harga di Pasar Sentral Pangkep, beberapa waktu Lalu. Syahban desak oknum pungli retribusi pedagang dipolisikan. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Dugaan Pungutan Liar (Pungli) retribus pedagang di Pasar Sentral Pangkep mencuat. Sejumlah oknum diduga terlibat dalam pungutan liar tersebut. Bahkan, sejumlah pedagang di Pasar Sentral Pangkep mengeluhkan pungutan (retribusi) yang dinilai mencapai tiga kali lipat dari pungutan resmi.

Dikonfirmasi terkait pungutan liar tersebut, Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana. geram. Ia mendesak agar pungutan liar tersebut ditangani tim saber pungli dan polisi. “Masukkan itu di media biar saber pungli yang tangani langsung itu,” terang Syahban.

Syahban mengaku, telah mendengar langsung keluhan pedagang tersebut Dimana, dia mendapati retribusi ke pedagang pasar, tidak sesuai aturan.

“Iya, ada pedagang yang keluhkan tarif retribusi. Dimana tarif yang sebenarnya hanya Rp2.000, namun pengakuan pedagang tersebut dimintai lagi sebesar Rp5.000,” jelas mantan Kepala Bappeda tersebut.

Syahban menegaskan, agar pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) agar segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kasian pedagang di pasar, untungnya mereka berjualan tidak seberapa, malah ada lagi yang memanfaatkan. Diskoperindag harus segera menyelesaikan ini, jangan sampai oknum yang menarik retribusi ini menjamur ke pedagang lain,” tegas Syahban.

Terpisah, salah satu pedagang di Pasar Sentral Pangkep, yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, membenarkan terkait Pungutan tersebut, bahkan dirinya berpesan untuk tidak dimediakan lantaran takut mendapat intimidasi dari oknum yang melakukan pungutan.

Khusus retribusi di Pasar Sentral Pangkep, masing masing pedagang hanya dipungut iuran sebesar Rp2000, namun nyatanya sejumlah pedagang di pasar tersebut dipungut biaya tambahan di luar retribusi resmi, yakni sebesar Rp5000. (***)

 

 


div>