JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Ada Skenario Deng Ical Bakal Aklamasi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 15 Februari 2016 12:01
Ada Skenario Deng Ical Bakal Aklamasi

int

PENULIS: SOPHIAN
EDITOR: LUKMAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perlahan tapi pasti. Nama-nama yang bakal bertarung pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulsel mulai mengerucut. Kali ini nama Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal yang disebut-sebut paling berpeluang menggantikan posisi yang ditinggalkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal paling getol disebut bakal menakhodai Demokrat Sulsel lantaran lebih diinginkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat. Bahkan Bidang organisasi, kaderisasi dan keanggotaan (OKK), DPP Demokrat telah menggelar konsolidasi bersama dengan 24 DPC lainnya, di Hotel Grand City, Minggu (14/2), tanpa melibatkan DPD Demokrat Sulsel.

Ditengarai dalam Musda Demokrat Sulsel, yang rencananya bakal diselengarakan Maret mendatang, terdapat tiga opsi paket yang terdiri atas ketua dan sekertaris yang mesti dipilih DPC sebagai pemegang suara. Yakni Ni`matullah – Syamsu Rizal, Syamsu Rizal – Endre Cecep Lantara, dan Syamsu Rizal – Amirullah Nur.

Syamsu Rizal dinilai lebih berpeluang menggantikan Ni`matullah karena paling realistis dalam menjalankan strategi politik Demokrat kedepan, khususnya dalam menyambut Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Selain itu, jika Syamsu Rizal terpilih, tidak akan mempengaruhi target politik Ni`matullah yang berencana maju sebagai legislator DPR RI, pada Pileg 2019 nanti.

Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali mengatakan bahwa pertemuan dengan pengurus DPP, merupakan konsolidasi biasa menjelang Musda. Dalam arahan DPP tersebut, pelaksanaan Musda mesti memprioritaskan kader internal.

Dirinya menampik jika konsolidasi bersama DPP tersebut, merupakan bentuk pengarahan kepada DPC untuk memilih Syamsu Rizal secara aklamasi. ” Hanya konsolidasi biasa dengan DPP, jadi di forum Musda hanya ditekankan adanya keinginan DPC untuk mengusung figur internal saja, kita tidak terima dari luar, tidak ada arahan untuk mengerucut kepada satu figur, semuanya tergantung DPC sebagai pemilik suara,” ujarnya, Minggu (14/2).

[NEXT-RASUL]

Sementara, Sekretaris Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal menanggapi santai wacana dirinya bakal terpilih secara aklamasi di Musda nanti. Menurutnya seluruh proses penjaringan dan pendaftaran meruapakan kewenangan panitia pelaksana dan ketua DPC sebagai pemilik suara.

Wakil Wali Kota Makassar ini pun membantah kalau dirinya akan memimpin Demokrat Sulsel berdasarkan perintah DPP melalui Ketua OKK Demokrat Pramono Edhie Wibowo.

“Nda ada yang seperti itu. Sembarang tong wacana mu. Semua tergantung suara DPC, sebagai pemilik hak suara yang sah,” tegasnya .

Deng Ical berharap, apapun keputusan hasil rapat antara DPP dengan 24 DPC, tidak menimbulkan faksi-faksi di Demokrat Sulsel. Apalagi menjadikan Musda sebagai ajang pertarungan kepentingan kader baik untuk pilkada maupun pilgub.

Menurutnya, pelaksanaan Musda Demokrat adalah memfokuskan sebagai partai yang mampu memenangi Pileg dan Pilpres 2019. Adapun untuk pilkada serentak 13 kabupaten kota dan pilgub tahun 2018 mendatang, Demokrat memiliki kecenderungan untuk mengusung figur eksternal yang memiliki kapasitas dan kans memenangkan pilkada.

“Pilkada itu kan hanya sasaran antara saja, yang jadi sasaran utama adalah di pileg dan pilpres,” terangnya.

Sementara, Wakil Ketua Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan bahwa pelaksanaan Musda merupakan sarana pencarian figur yang mampu meningkatkan dan memajukan Demokrat di Sulsel. Dirinya pun tidak menampik bahwa Demokrat Sulsel memiliki target khusus pada pemilu legislatif mendatang.

[NEXT-RASUL]

Hanya saja kata dia, untuk meraih, target-target tersebut, maka Demokrat terlebih dahulu mesti memenangkan sebanyak mungkin pelaksanaan pilkada di Sulsel, termasuk memenangkan pilgub.

“Tentunya forum Musda mendatang, Demokrat mesti memiliki target-target strategis untuk bisa memenangkan sebanyak mungkin event politik lokal di Sulsel, sehingga pada event pileg dan pilpres Demokrat bisa menang di Sulsel,” ujarnya.

Adanya wacana aklamasi terhadap Syamsu Rizal dinilai Selle berpeluang terjadi jika mayoritas DPC menginginkan hal tersebut. “Tapi bukan hanya Deng Ical yang berpeluang, tapi pak Ulla juga punya peluang aklamasi, jika mayoritas DPC mau, tergantung situasi di arena Musda nanti,” terangnya.

Selle KS Dalle menambahkan, bahwa pelaksanaan Musda Demokrat nanti, tidak akan muncul potensi perpecahan. Hal itu menyusul adanya komitmen yang telah ditetapkan sebelumnya, pada Rapimda lalu di Bone.

“Seluruh kader yang maju di Musda, diminta untuk tidak meninggalkan partai bila pihaknya kalah di Musda, dan yang menang mesti melakukan rekonsiliasi untuk memenuhi target-target politik Demokrat,” terangnya.

Selle menjelaskan, pada Musda nanti calon ketua akan dipilih berdasarkan suara terbanyak. Total ada 26 suara yang diperebutkan. 24 di antaranya adalah suara DPC kabupaten/kota, satu dari DPD, serta satu dari DPP.

“Siapa pun yang terpilih, kami harap bisa membawa Demokrat Sulsel kembali berjaya di pemilihan umum selanjutnya,” tegasnya.|

[NEXT-RASUL]

Ketua Panitia Musda Demokrat Sulsel, Haidar Madjid mengatakan, saat ini, pihaknya belum menerima petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis terkait musyawarah daerah. Pihaknya sejauh ini masih berfokus untuk mencari jadwal yang tepat pelaksanaan Musda Demokrat di Sulsel setelah Rapimnas diselenggarakan.

“Kami masih menunggu arahan DPP, belum ada jadwal Musdanya, tapi informasi sementara antara tanggal 9 sampai 12 Maret,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu tekhnis pelaksanaan Musda, khususnya terkait dengan presentasi dukungan minimal yang mesti diperoleh sebelum ditetapkan sebagai calon di Musda. “Kita masih menunggu jika ada aturan seperti itu, sejauh ini belum ada dari steering,” terangnya.

Terkait dengan potensi diakomodirnya figur eksternal dalam pendaftaran bakan calon ketua DPD Demokrat Sulsel, Haidar Majid mengatakan bahwa, figur eksternal bisa saja terjadi. Namun tidak ada jaminan bahwa figur eksternal tersebut lolos sebagai calon. “Karena komitmennya, waktu di Rakorda lalu, mayoritas DPC menginginkan figur internal,” tandasnya. (E)


div>