SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Ada Skenario Jegal Punggawa di Pilgub

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 21 Agustus 2017 09:21
Ada Skenario Jegal Punggawa di Pilgub

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL), mulai membaca adanya skenario untuk menghalangi dirinya bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang selama ini telah terang-terangan mendukung IYL, disebut-sebut akan berpindah mendukung Nurdin Halid.

Juru Bicara IYL, Risky Vatmala Passalo, mengakui, dua partai politik yang telah menyerahkan rekomendasi ke pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), yakni PPP dan PAN, berupaya direbut oleh kandidat lain. Namun, hal itu telah diantisipasi sejak dini, dengan menjaga komunikasi dengan sejumlah parpol pendukung.

“Hal itu memang terlihat jelas, namun kami sudah antisipasi hal tersebut sejak dulu,” kata Key, sapaan akrab Risky Vatmala Passalo, Minggu (20/8).

Menurut Key, hal itu dilakukan oleh bakal calon lain karena melihat peluang IYL yang sangat besar. “Wajar ada upaya menggembosi IYL. Karena kalau tidak, potensinya untuk menang sangat tinggi,” ucapnya.

Terpisah, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam, menilai, IYL masih memiliki peluang untuk memenangkan pertarungan politik sekali dalam lima tahun ini. Meskipun ada upaya tarik menarik partai politik, namun IYL masih berpeluang diusung partai politik.

“Saya yakin Pak IYL telah mengantisipasi jika memang kedepan tidak mendapatkan partai politik. Saya rasa jalur independen opsi dua, namun prioritas tetap jalur partai. Apalagi PAN dan PPP semakin solid,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah, salah satu bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), menanggapi secara santai. Menurutnya, jika Pilgub Sulsel hanya diikuti dua kandidat atau head to head, akan lebih baik untuk terwujudnya demokrasi yang baik.

“Tidak masalah, itu juga lebih baik,” kata NH yang dihubungi via seluler.

[NEXT-RASUL]

NH yang juga Ketua Harian DPP Golkar ini juga berulangkali menyebutkan ingin membuat koalisi besar untuk memenangkan Pilgub Sulsel. Beberapa partai pendukung pemerintah Jokowi-JK, menurut NH memiliki visi yang sama dengan dirinya, sehingga potensial untuk bergabung dalam Pilgub Sulsel.

Ia juga mengaku punya peluang besar untuk menggaet Partai Gerindra, Demokrat, dan PKS. Meskipun, ketiga partai ini dipandang sebagai partai oposisi pemerintah.

“Sebenarnya bukan koalisi. Kalau jumlah kursi Golkar sudah penuhi syarat. Yang kami inginkan adalah bersama parpol lain memenangkan kandidat NH-Aziz di Pilgub,” ujarnya.

PPP dan PAN yang sudah secara terbuka memberikan dukungan kepada IYL melalui pengurus wilayahnya, masih diklaim oleh NH sebagai partai yang akan pindah untuk mendukungnya. Kendati demikian, NH menegaskan tidak pernah membatasi kemerdekaan salah satu kandidat untuk maju bertarung di ajang demokrasi lima tahunan ini.

“Saya tidak berhak membatasi kemerdekaan seseorang. Semua warga punya hak untuk memilih dan dipilih,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, mengatakan, jika ada skenario ingin menggagalkan IYL, itu disebabkan karena IYL punya potensi tinggi bisa menang kalau tidak dihambat maju di pilgub. Isu dinasti juga bakal dijadikan senjata oleh kandidat lain.

“Saya pikir ada unsur menghalangi IYL maju dengan isu tersebut, tapi nyatanya IYL masih menjadi idola bagi masyarakat dan partai politik,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Firdaus menilai, IYL punya kemampuan yang strategis untuk menggantikan Syahrul Yasin Limpo (SYL), serta melanjutkan pembangunan lima tahun ke depan di Sulsel.

“Bahkan, IYL bisa menjualnya sebagai ikhtiar melanjutkan keberhasilan pembangunan SYL,” pungkasnya.

Sementara, Pakar Politik dari Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, Saifuddin Al Mughniy, mengatakan, politik pada hakekatnya memang tak lepas dari skenario dan berbagai isu untuk menjatuhkan lawan. “Untuk menang, bahkan stratak politik pun dimainkan. Itu adalah senjata lama dalam permainan demokrasi,” tuturnya.

Menurutnya, partai politik memiliki posisi penting. Ada beberapa tokoh yang diprediksi akan bertarung, salah satunya IYL yang secara resmi mendeklarasikan berpasangan dengan Andi Mudzakkar. Dengan elektabilitas yang tinggi, akan membuat lawan kesulitan sehingga menggunakan politik bakusandera.

“Fenomena politik sandera kian memainkan iramanya. Yah, IYL-Cakka adalah kekuatan politik baru Sulsel. Kelemahan perkawinan geopolitik selatan dengan Luwu. Kalau pun ada skenario menghalangi IYL, itu berarti IYL sudah dianggap lawan yang kuat. Isu dinasti, saya kira itu isu klasik yang telah berkembang dari proses politik dari waktu ke waktu,” terangnya. (E)


div>