MINGGU , 25 FEBRUARI 2018

Adnan: Kepala Desa Harus Melek Teknologi dan Informasi

Reporter:

Iskanto

Editor:

Lukman

Kamis , 28 Desember 2017 21:00
Adnan: Kepala Desa Harus Melek Teknologi dan Informasi

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, saat menghadiri Bursa Inovasi Desa tingkat Kabupaten Gowa, Kamis (28/12).

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar Bursa Inovasi Desa tingkat Kabupaten Gowa, Kamis (28/12).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung H Bate Sungguminasa ini diikuti oleh 564 peserta yang terdiri dari 121 kepala desa, 121 kepala BPD, dan 121 LKMD.

Dalam sambutannya Kepala Dinas PMD Gowa, Muh Asrul mengatakan bahwa tujuan kegiatannya ini untuk memperkenalkan inisiatif atau inovasi masyarakat di desa.

“Ini dimaksudkan agar dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang ada di desa dapat berjalan dengan baik, serta menjalin komitmen pemerintah desa untuk mengadopsi atau mereplikasi inisiatif yang ada di dalam bursa,” jelas Muh Asrul yang juga selaku koordinator Bursa Inovasi Desa.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, bahwa dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada, orang nomor satu di Gowa ini menekankan adanya inovasi bagi seluruh kepala desa.

“Selain berinovasi, kepala desa harus melek informasi dan teknologi, karena karena dizaman sekarang teknologi dan informasi menjadi sesuatu yang penting dalam sebuah keberhasilan, dan inilah yang menjadi penekanan saya untuk kepala desa,” jelas Adnan.

Sehingga kata Adnan, setiap desa tak hanya melakukan program-program belaka, sehingga harus ada yang namanya inovasi.

“Contohnya dia melakukan inovasi yang anggaran desanya itu dia fokuskan pada infrastruktur, lebih di titik beratkan pada UMKM misalnya, atau lebih di titik beratkan pada pendidikan dan kesehatan, atau berbagai macam pertanian dan lain-lain,” tambahnya.

Adnan menitipkan harapan dengan adanya giat ini menjadi ajang berbagi bagi seluruh kepala desa, agar bisa saling mengetahui perkembangan desanya masing-masing.

Di akhir wawancara, bupati termuda di Indonesia Timur itu mengatakan, jika desa tidak bersinergi dengan pemerintah kabupaten, maka kita tidak mampu menurunkan angka kemiskinan di atas 8 persen. (*)


div>