RABU , 23 MEI 2018

Adnan Perintahkan Dinkes Jemput Warga Sakit di Rumahnya

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 19 Desember 2017 21:45
Adnan Perintahkan Dinkes Jemput Warga Sakit di Rumahnya

Warga Kelurahan Bontoparang Kecamatan Parangloe, Masruddin Dg Rani, dijemput oleh tim dari Dinas Kesehatan, untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa bertindak sigap saat mendapatkan informasi terkait adanya warga miskin yang sakit dan hanya melakukan perawatan di rumahnya.

Salah seorang warga di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, misalnya, dijemput tim kesehatan dari Pemkab Gowa karena menderita penyakit yang seharusnya dirawat secara intensif.

Warga atas nama Maruddin Dg Rani, dijemput pihak Dinas Kesehatan Gowa, untuk dirawat lebih intensif di Rumah Sakit Syekh Yusuf, Selasa (19/12/2017).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin, mengungkapnya, hal itu dilakukan pihaknya setelah Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, memerintahkan langsung mengecek kondisi kesehatan warga tersebut.

Menurutnya, Maruddin yang menderita penyakit diabetes sebenarnya sejak lama sudah disarankan untuk dirawat di Puskesmas terdekat. “Tapi yang bersangkutan menolak. Jadi semenjak penyakitnya ketahuan, pasien sudah dalam pebanganan PKM Parangloe. Tapi karena saat dibawah penanganan, ia menolak dirawat di puskesmas sehingga tetap dalam pemantauan pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menuturkan, dirinya memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menjemput Maruddin, karena informasi yang ia peroleh warga tersebut sudah sangat membutuhkan perawatan.

“Saya dapat informasi jika warga tersebut butuh perawatan dan perhatian pemerintah, tapi setelah dicek ternyata warga ini memang dalam pemantauan pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat,” ungkap Adnan.

Meskipun menolak untuk dirawat di rumah sakit, Adnan mengaku, meminta pihak Dinas Kesehatan, kecamatan dan kekurahan setempat untuk membujuknya agar mau dirawat. Pasalnya, sakit yang diderita memang sudah semestinya dirawat di rumah sakit.

Maruddin sendiri akhirnya setuju untuk dibawa dan dirawat di Rumah Sakit Syekh Yusuf setelah pihak Dinkes dibantu tokoh masyarakat setempat membujuknya agar mau dirawat. (**)


div>