SELASA , 22 MEI 2018

Adnan Purichta IYL Dicopot,  Suara Golkar Rawan Tergerus

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Rabu , 17 Mei 2017 23:35
Adnan Purichta IYL Dicopot,  Suara Golkar Rawan Tergerus

Bakal calon (Balon) wakil gubernur, Aziz Qahar Mudzakkar (AQM) saat melakukan sambutan di Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Partai Golkar Sulsel, di Four Points Hotel By Sheraton, Selasa (16/5). Foto: Alief/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — Keputusan DPD I Partai Golkar mencopot Adnan Purichta IYL sebagai Ketua Golkar Gowa dan Natsir Ibrahim sebagai Ketua Golkar Takalar dikhawatirkan berimbas menggerus suara partai  maupun paslon jagoan parpol berlambang beringin rindang ini di Pilkada 2018.

Efek politik yang memungkinkan muncul segera adalah potensi perpecahan di internal Partai Golkar. Keputusan tersebut juga dianggap makin memperterang kesan pendzoliman terhadap keluarga Syahrul Yasin Limpo yang selama ini lama membesarkan Golkar.

Pengamat politik asal Universitas Bosowa (Unibos), Arief Wicaksosno, menilai pencopotan Adnan dan ancaman pemberhentian terhadap Andi Cakka sebagai Ketua Golkar Luwu, akan berdampak memunculkan gejolak di internal Golkar. “Golkar teramcam terbelah yang sangat rawan menggerus suaranya di Pileg maupun paslon usungannya di Pilgub Sulsel,” ujar Arief.

Adnan Purichta Ichsan YL menambah deretan keluarga Yasin Limpo yang dicopot dari struktur Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan Andi Nurdin Halid.

“Efek politiknya tentu akan membuat Golkar makin terbelah. Banyak kader Golkar yang memiliki hubungan emosional yang kuat dengan keluarga besar Yasin Limpo,” ujar Arief Wicaksono.

“Saya kira semua institusi partai memiliki mekanisme internal. Saya kira kalau ada landasan hukumnya, pencopotan  seorang kader wajar – wajar saja. Yang bermasalah jika tidak memiliki dasar hukum yang kuat,” tambahnya.

Sementara itu, Konsultan Politik dari Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif Saleh menuturkan, sikap yang dilakukan DPD I Golkar dengan mencopot kader terbaiknya, seperti Adnan Purichta Ichsan, serta ancaman ke Andi Mudzakkar bisa berdampak pada berbagai momentum politik kedepannya.

Menurut Arif, dicopotnya Adnan dari plt ketua DPD II Golkar Gowa semakin mempertegas jika ada upaya tidak memberi lagi ruang ke klan keluarga Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ini nampak dari rentetan yang dilakukan Golkar.

[NEXT-RASUL]

“Kalau seperti ini cara yang dilakukan Golkar, mulai mengganti SYL di posisi ketua DPD I, mencopot Ichsan di Bendahara DPD I, serta terakhir Adnan di Gowa, tentu yang paling dirugikan adalah partai. Biar bagaimana pun, pengaruh keluarga ini di Sulsel masih sangat besar. Dan itu kerugian besar buat Golkar jika menyingkirkannya,” pungkas Arif.


Tag
div>