SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Adu Konsep IYL dan NA di Pilgub

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 21 Maret 2017 13:22
Adu Konsep IYL dan NA di Pilgub

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dari sejumlah figur yang bakal bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018, Ichsan Yasin Limpo (IYL) dan Nurdin Abdullah (NA) dinilai memiliki kans beradu visi misi dan program untuk mendulang simpati masyarakat. Apalagi keduanya, memiliki pengalaman tarung, dengan memenangkan Pilkada dua kali berturut-turut di tingkat Kabupaten.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Luhur A Prianto menilai, kedua bakal calon gubernur tersebut telah memiliki pengalaman dalam hal Pemilihan Kepala Daerah. Sehingga, kata Luhur, tidak akan sulit bagi kedua Balon Gubernur tersebut untuk melihat peluang menang dalam Pilgub nantinya. “Positioning Pak IYL dan NA masih sangat diperhitungkan kandidat lain. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan figur IYL dan NA, tokoh ini punya sejarah panjang bertarung di kontestasi Pilkada, dan umumnya menang,” ungkapnya.

Untuk IYL sendiri, Luhur mengatakan, bahwa popularitasnya sejauh ini sudah maksimal di tingkat provinsi. Sehingga meskipun nantinya tidak diusung Golkar, sejumlah parpol lain bakal melirik Ketua PMI Sulsel itu untuk diusung. Selain itu IYL dinilai memiliki basis massa selama menjabat sebagai Bupati Gowa dua periode. Dimana, kerja-kerjanya telah diketahui oleh masyarakat luas. “Meskipun jika nantinya IYL kehilangan Partai Golkar, infrastruktur politik yang selama ini sering digunakan, saya kira dia bisa tutupi, jika mampu memaksimalkan gerakan partai pendukung yang lain,” terang Luhur.

“Pergerakan IYL dalam bersosialisasi juga bisa intens dilakukan, melalui beberapa organisasi sosial yang aktif dipimpinnya selama ini. Di samping investasi sosial dari jejaring klan YL yg sangat berpengalaman dalam kontestasi Pilkada,” lanjutnya.

Terkait kepemimpinan IYL dan NA selama menjadi kepala daerah, Luhur mengatakan, tentu ada nilai tambah yang dapat menjadi poin lebih untuk kedua kandidat ini. Namun, tidak menutup juga kekurangan-kekurangan yang terjadi selama memimpin daerah di tingkat Kabupaten.

[NEXT-RASUL]

“Saya kira soal prestasi di pemerintahan, IYL dan NA punya kelebihan dan kekurangan nya masing-masing. Kelebihan IYL adalah inovasi di sektor layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama di pendidikan dan kesehatan. Sementara NA, meskipun juga memiliki program kesehatan yang baik, tapi masih lebih identik pada prestasi mendorong investasi, yang secara dampak belum dirasakan merata oleh publik Bantaeng,” tambahnya.

Luhur memprediksi pertarungan politik di Pilgub Sulsel 2018 mendatang, dipastikan bakal berlangsung dinamis, termasuk adu kekuatan IYL dan NA. Dua Bakal calon ini dinilai paling menonjol dari segi pengalaman politik, program, dan gaya kepemimpinan selama memimpin kabupaten.

NA yang begitu menonjol dalam pembangunan di Bantaeng, khususnya daerah perkotaan dan pariwisata yang disulap dengan konsep kota maju. Banyak bangunan-bangunan megah dan industri baru yang dibangun. Bantaeng pun menjadi kota yang menarik bagi investor. Hanya saja pembangunan di Bantaeng selama ini dinilai lebih memprioritaskan kawasan perkotaan.

Berbeda dengan Nurdin Abdullah, IYL Mantan bupati Gowa dua priode ini selama menjabat, secara pembangunan infrastruktur masih dibilang biasa-biasa saja, tapi merata diseluruh daerah. “Belum lagi wilayah adminsitratif Gowa yang lebih luas dibandingkan Bantaeng, dengan penataan dan pemerataan pembangunan yang adil,” terangnya.

Namun yang istimewa di Gowa adalah perhatian pemerintah Gowa yang tinggi terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakatnya. Seperti program pendidikan yang diterapkan IYL di Kabupaten Gowa melalui SKTB. SKTB merupakan singkatan dari Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (Automatic Promotion).

[NEXT-RASUL]

Pakar Pemerintahan Universitas Bosowa (Unibos), Arief Wicaksono menilai, figur IYL dan NA memiliki kans yang sama memenangkan Pilgub. Pasalnya, latar kedua figur tersebut adalah kepala daerah tingkat kabupaten. “Untuk Bupati maupun mantan Bupati seperti IYL dan NA yang mau maju di Pilgub saya rasa kans nya sama. Artinya, masing-masing pernah menjabat sebagai bupati dua periode di daerahnya masing-masing, keduanya juga sama-sama memiliki penghargaan,” ungkap Arief.

Arief menjelaskan, tinggal nantinya bagaimana seorang figur kepala daerah mampu memimpin Sulsel yang sangat berbeda dengan memimpin daerah di tingkat kabupaten. Sehingga, kata Arief, akan sangat ditentukan dari cara menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

“Tinggal disini bagaimana nantinya apabila salah satu dari kedua kandidat itu memimpin. Karena memimpin Sulsel akan sangat berbeda dengan memimpin kabupaten. Jadi disini murni keterampilan menejerial seorang calon gubernur untuk meningkatkan kemajuan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, untuk menaikkan popularitas maupun elektabilitas dari kedua kandidat ini perlu menghadirkan program-program yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pasalnya, Arief menilai, pola pikir masyarakat sangat dipengaruhi arah dukungannya terhadap program-program yang dapat memberikan manfaat.

“Investasi dan penguatan SDM saya kira dua hal yang bisa dijadikan satu. Siapa saja calon gubernur apakah pak IYL maupun NA itu pasti memiliki calon pemilih yang lebih banyak. Kita melihat dari program pak Syahrul yang lalu, banyak sekali peminat atau animo masyarakat sangat tinggi,” jelasnya.


Tag
  • IYL VS NA
  •  
    div>