SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Adu Nasib Klan Kahar Muzakkar di Pilkada

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Februari 2018 13:15
Adu Nasib Klan Kahar Muzakkar di Pilkada

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar (Cakka). (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tiga anak dari tokoh asal Luwu yakni Kahar Muzakkar bakal beradu nasib di Pilkada serentak tahun ini. Mereka adalah Aziz Qahhar Mudzakkar, Andi Mudzakkar dan Buhari Kahar Muzakkar.

Aziz Qahar Mudzakkar. (ist)

Aziz bakal berhadapan dengan Andi Mudzakkar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel. Aziz merupakan Cawagub Nurdin Halid (NH). Sedangkan Andi Mudzakkar yang akrab disapa Cakka itu berpasangan dengan Ichsan Yasin Limpo, juga sebagai cawagub. Sementara Buhari Kahar Muzakkar merupakan bakal calon Bupati Luwu.

Andi Mudzakkar yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak perihal kedua saudaranya yang juga maju dalam ajang pesta demokrasi lima tahunan ini. Ia hanya menuturkan bahwa, dalam keluarga besar Kahar Muzakkar, urusan politik maupun keluarga tidak bisa disamakan.

“Politik adalah politik, keluarga adalah keluarga. Politik dan keluarga tidak bisa dicampur adukkan,” kata Cakka.

Lebih lanjut, Cakka menjelaskan dalam hubungan berkeluarga tidak boleh membawa-bawa urusan politik. Karena jangan sampai hanya karena persoalan politik hubungan kekeluargaan harus rusak.

“Kenapa tidak boleh dicampur adukkan, karena kita tidak mau hanya karena persoalan politik hubungan keluarga kita harus rusak. Apalagi, dalam politik pasti ada yang kalah dan menang,” terangnya.

Buhari Kahar Mudzakkar. (ist)

Buhari Kahar Muzakkar mengaku jika maju sebagai bakal calon Bupati Luwu berkat dorongan masyarakat. “Saya kira ini adalah dorongan dari masyarakat,” kata Buhari.

Adanya dua saudaranya yang bertarung di Pilgub Sulsel, Buhari mengaku tidak lagi mempermasalahkannya. “Awalnya kita hanya menginginkan satu, tapi dua orang dan ini sudah berjalan,” jelasnya.

Terkait arah dukungannya, Buhari enggan menyebutkan. “Pada akhirnya arah dukungan keluar sendirinya. Kita akan melihat progresnya,” pungkas Buhari.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, tiga bersaudara keturunan Kahhar Muzakkar maju dalam kontestasi demokrasi peluang menang ketiganya, sangat bergantung pada wilayah dan metode gerakan yang digunakan.

“Aziz dan Cakka misalnya, sama-sama punya kepentingan di Pilgub, tapi mungkin metode gerakannya berbeda satu dengan yang lain,” kata Arief.

Terkhusus pertarungan Cakka dan Aziz, kata Arief, bisa saja perebutan suara dari dua figur ini tidak akan merata di Luwu. Apalagi, dengan majunya Buhari di Pilkada Luwu.

“Sehingga suara Aziz dan Cakka di Luwu misalnya, tidak akan terbagi secara merata kepada keduanya. Bisa jadi juga masyarakat lebih memilih Buhari yang maju di level kabupaten, dari pada pusing memilih kedua kakaknya yang saling berebut pengaruh di provinsi,” jelasnya. (*)


div>