MINGGU , 22 JULI 2018

Agenda Adat Hilang dalam Peringatan Hari Perlawan Rakyat Luwu

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 25 Januari 2016 10:37
Agenda Adat Hilang dalam Peringatan Hari Perlawan Rakyat Luwu

Sri paduka Datu Luwu XL, H Andi Maradang Mackulau Opu To Bau. (Foto: Dedi/RakyatSulsel)

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Hari jadi Tanah Luwu ke-748 dan peringatan hari perlawanan rakyat Luwu ke-70 yang diselenggarakan di city center Malili, kabupaten Luwu Timur, Sabtu (23/01) pekan lalu, terkesan buruk. Pasalnya sejumlah agenda yang telah disusun, tidak berjalan sebagaimana mestinya, yang menimbulkan konflik beberapa pihak yang terlibat.

“Kami yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menaruh kecewa kepada panitia karena inti agenda kegiatan tentang perlawan rakyat Luwu tidak di tampilkan,” kata Irwan, ketua umum Gerakan Pemuda Peduli Alam dan Seni Budaya (Gp-Palasendaya), Minggu (24/1).

Menurut Irwan, tidak memunculkan adat istiadat Luwu dan hilangnya bagian acara tentang perlawanan rakyat Luwu, telah menghilangkan identitas masyarakat Luwu, sehingga mempunyai kesan kurang baik.

Kegiatan yang mendominasi puncak hari jadi Luwu dan Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, adalah atraksi pesawat tempur Sukhoi, terjun patung oleh TNI dan drama penangkapan teroris. “Seperti itu kah perlawanan rakyat Luwu di masa lalu?,” ujarnya.

Irwan mengungkapkan rasa kecewanya karena panitia hanya menampilkan kegiatan seremoni pemerintahan saja, dan tidak menampilkan kegiatan adat dan perjuangan masyarakat Luwu 70 tahun silam.

Dia menyebut tarian budaya seperti Tarian Pajjaga, Tarian Kajangki, Tarian Sumajo dan Tarian Kolosal serta drama tentang Gerakan Perlawanan Rakyat Luwu, tidak dimunculkan di hari Jadi Luwu Raya. Irwan menyesalkan bahwa panitia hari Jadi Luwu seolah menyingkirkan adat budaya Luwu dan melupakan perjuangan rakyat Luwu.

Sementara itu dikonfirmasi, ketua Panitia Hari Jadi Luwu Raya, Budiman Hakim mengaku tidak tahu menahu dengan perubahan agenda tersebut. “Saya sendiri tidak tahu menahu dengan perubahan agenda itu,” kata Budiman.

Dia mengatakan, item-item inti kegiatan, sudah disepakati bersama seluruh panitia.
Namun dia juga menyatakan keheranannya tentang adanya pembatalan beberapa agenda. Menurut Budiman, Tari Pajjaga, Tari Kajangki, Tarian Kolosal, serta drama pergerakan perlawan rakyat Luwu juga sudah masuk dalam agenda acara. “Kalau itu, kami lihat kegiatan itu sudah dimasukkan dalam inti kegiatan. Tapi saya betul-betul tidak tahu, siapa yang cancel untuk tampil,” ungkapnya.


div>