SELASA , 12 DESEMBER 2017

Agus Dibuang, Bukti Gagalnya Kaderisasi Gerindra

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 09 Oktober 2017 10:25
Agus Dibuang, Bukti Gagalnya Kaderisasi Gerindra

Doc. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Gerindra akhirnya menentukan jagoannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 memdatang. Adalah Nurdin Abdullah (NA) – Andi Sudirman Sulaiman (ASS), yang berhasil menyingkirkan kader internal gerindra, Agus Arifin Nu’mang, yang juga merupakan bakal calon Gubernur Sulsel.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syahrir Karim, mengatakan, kepentingan politik menjadi alasan gerindra memberikan dukungan ke NA dan bukan ke Agus, yang merupakan kader. Apalagi, tentunya gerindra dihadapkan dengan sikap pragmatisme dan mengenyampingkan salah satu fungsi partai yakni melahirkan pemimpin-pemimpin hebat dengan kaderisasi.

“Akhirnya gerindra terjebak dalam pragmatisme politik. Kepentingan politik partai berada diatas segala-galanya, tanpa mempertimbangkan bahwa partai punya fungsi kaderisasi,” kata Syahrir, Minggu (8/10).

Ia menilai, partai besutan Prabowo Subianto ini bisa dikatakan gagal dalam mengkaderisasi, dalam menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan. Agus yang nyatanya maju di pilgub, dan merupakan petahana malah diacuhkan begitu saja.

“Keputusan ini juga menandai bahwa gerindra tidak mampu membangun sistem kaderisasi yang baik diinternal partainya,” ungkapnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai, episode politik begal terus berlanjut. Sistem pengambilan keputusan di gerindra memang model komando yang sangat sentralistik. Penetapan ini sekaligus mendelegitimasi model rekrutmen yang dilakukan DPD.


div>