SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Agus-NH ‘Deal-Deal’ Politik Di Warkop

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Rabu , 08 November 2017 17:41
Agus-NH ‘Deal-Deal’ Politik Di Warkop

Bakal calon Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang melakukan pertemuan politik dengan bakal calon gubernur lainnya, Nurdin Halid (NH) di Kopi Tiam Hai Hong, Jalan Pelita, Makassar, Rabu (8/11) pagi. Foto: Al Amin/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal calon Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang melakukan pertemuan politik dengan bakal calon gubernur lainnya, Nurdin Halid (NH) di Kopi Tiam Hai Hong, Jalan Pelita, Makassar, Rabu (8/11) pagi.

Saat dipantau, Agus dan NH berdiskusi satu meja, keduanya kompak memesan teh susu dan roti bakar. Pertemuan kedua politisi senior Sulsel inipun tampak serius namun santai, sesekali mereka juga saling menebar senyum dan tawa.

Mengenakan kemeja biru bergaris, NH lebih dahulu tiba tiga menit dari Agus. Percakapan mereka berdua berlangsung selama 50 menit. Namun, pembahasan kedua bakal calon Gubernur Sulsel ini masih menjadi rahasia.

Saat dikonfirmasi, Wakil Gubernur dua periode itu diselingi dengan bercanda. Meski ia menegaskan pertemuan keduanya hanyalah pertemuan biasa, namun terakhir ia mengungkapkan kata-kata bernada simbolisasi bahwa terjadi ‘deal-deal’ atau tawar-tawaran politik.

“Pertemuan biasa lah, ngopi-ngopi. Namanya juga politik, ini kan sangat dinamis ada yang keluar ada juga yang masuk,” singkat Agus.

Diketahui saat ini, NH memiliki kans besar untuk mulus bertarung pada Pilgub Sulsel setelah mengantongi 33 kursi dari parpol pengusung. Bersama Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Nurdin Halid diusung oleh Partai Golkar (18 kursi), PPP kubu Djan Faridz (7 kursi), Nasdem (7 kursi), PKPI (1 kursi). Syarat pencalonan Gubernur Sulsel minimal diusung oleh 17 kursi.

Sementara Agus hingga saat ini baru diusung dua parpol. Di antaranya, PKB tiga kursi dan PBB satu kursi. Untuk itu, kata Agus, dirinya mengakui tawar menawar suara mulai terjadi. Namun dirinya masih tetap optimis mendapatkan partai, melihat usungan beberapa partai politik yang ia butuhkan masih sebatas surat tugas.

“Saya biasa-biasa saja saya tidak ada masalah, karena politik itu sangat dinamis nanti kita lihat tanggal 8 Januari seperti apa. Tapi saya tetap optimis dengan partai, itu kan sudah jalan kalo pun nanti itu tidak mencukupi itukan sudah pasti pendukung seperti itu,” tutupnya. (*)

 


div>