SELASA , 17 JULI 2018

Agus-TBL Siap Alihkan Dukungan

Reporter:

Al Amin - Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 07 April 2018 13:00
Agus-TBL Siap Alihkan Dukungan

Dok. RakyatSulsel

*Jika Elektabilitas Tak Kunjung Naik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan calon gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang-Tabribali Lamo (Agus-TBL) terus bergerak melakukan pendekatan kepada masyarakat jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel mendatang. Akan tetapi, elektabilitas pasangan dengan tagline Sulsel Bagus itu masih stagnan.

Oleh karena itu, jika ingin memenangkan Pilgub pasangan Agus-TBL harus bekerja ekstra. Apalagi, internal tim pemenangan Agus-TBL hingga saat ini ditengarai masih belum stabil. Sehingga memunculkan wacana akan mengalihkan dukungan kepada kandidat lain di Pilgub.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Agus-TBL, Andri Arif Bulu mengatakan tim pasangan Agus-TBL masih optimis meningkatkan elektabilitas pasangan nomor urut 2 itu untuk merebut posisi puncak.

“Pak Agus dan Pak Tanribali memang posisinya belum ada di puncak tapi kami memiliki tingkat elektabilitas yang naik signifikan dibandingkan kandidat lain, tentu kan ada yang lain ada yang turun dan pasti suaranya akan berlalu dan yang lain itu menahan penurunan,” kata Andri, Jum’at (6/4).

Selain itu Andri mengatakan lambatnya hasil survei pasangan Agus-TBL lantaran pasangan ini dinilai paling terakhir mendapatkan kursi usungan partai yang cukup.

“Bagus ini baru berjodoh di tanggal 12 Februari sebelum pengesahan, jadi memang jika dibandingkan dengan kandidat lain yang sudah berjalan dan ada yang dua tahun itu surveinya jauh berbeda. Tapi dalam pergerakan kami dalam hampir dua bulan ini dari Februari sampai April, Alhamdulillah hasil pengamatan internal kami terjadi kenaikan yang signifikan dari segi elektabilitas,” paparnya.

Tidak hanya itu, kata dia, kesempatan tim untuk meningkatkan elektabilitas tersisa dua bulan lagi, sehingga kerja keras tim ditangguhkan.

“Kami melihat swing voter yang ada ini masih sekitar 25 sampai 30 persen, jadi masih besar peluang kami. Masih ada waktu 2 bulan setengah dan kami sangat optimis untuk merebut posisi teratas dengan melihat potensi kenaikan elektabilitas yang signifikan saat ini,” jelasnya.

Menurutnya, jika usaha itu terus dilakukan namun tidak berbuah hasil yang baik, maka pengalihan dukungan itu bisa saja terjadi. Ia menilai hal itu akan realistis dialihkan kepada salah satu kandidat yang berpotensi memenangkan Pilgub.

“Kami optimis, tetap kita akan lakukan langkah-langkah itu untuk pengalihan dukungan, namun selama masih ada peluang kami tetap berusaha,” pungkasnya.

Sementara Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani mengatakan meskipun Agus-TBL berada pada urutan terendah. Namun, peluang untuk membalikkan keadaan masih ada. Alasannya, memang masih ada waktu untuk bekerja lebih maksimal lagi.

“Pasangan Agus-TBL terus bergerak itu adalah hal yang wajar, sekarang memang masanya memaksimalkan usaha apapun dalam pendekatan ke setiap lapisan masyarakat. Saat ini semua pasangan calon masih punya peluang yang banyak untuk meraih hasil positif,” kata Iin.

Apalagi, kata Iin, untuk meningkatkan elektabiltas ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan oleh Agus-TBL serta kandidat lainnya. Tetapi hal itu kembali lagi kepada kerja tim pemenangan dilapangan untuk menarik simpati masyarakat.

“Masih banyak hal yang mungkin terjadi di sisa waktu ini. Sebab ada banyak faktor yang bisa menaikkan nilai elektoral pasangan calon, tergantung kreatifitas mereka dan team dalam meramunya,” jelasnya.
Bukan cuma Agus-TBL, kata Iin, kandidat lain juga mesti mampu memperlihatkan dirinya sebagai seseorang yang memang layak menjadi pemimpin. Karena, branding diri adalah hal penting untuk meningkatkan elektabilitas di masyarakat.

“Saya kira ini berlaku untuk semua pasangan calon. Yang paling utama adalah ciri khas yang harus ditonjolkan untuk menanamkan sugesti kepada calon pemilih mereka. Mau apapun itu brand yang akan dibawa oleh semua pasangan calon, itu tergantung kreatifitas masing-masing,” terangnya.

“Kalo soal faktor poin per poin untuk menggenjot elektabilitas, semua paslon sudah punya itu. Mereka di back up oleh team strategi yang kredibel semua, tinggal masyarakat yang memilih,” tambahnya.
Sementara Pakar Politik Universitas Hasandddin (Unhas), Jayadi Nas mengatakan memang saat ini elektabilitas pasangan Agus-TBL berada diposisi paling bawah dari tiga rivalnya dan tidak pernah melampaui satupun kandidat lain.

“Kalau kita lihat memang begitu karena Pak Agus adalah kandidat paling belakangan menentukan pasangan dan mendapatkan partai pendukung,” kata Jayadi.

Menurut Jayadi, tidak semestinya, Agus berada diposisi paling buncit, karena selama ini kandidat nomor urut dua ini telah menjabat sebagai wakil gubernur Sulsel selama 10 tahun mendampingi Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Kalau dilihat dari pengalamanya seharusnya Pak Agus harus diposisi diatas karena sudah ada pengalaman selama 10 tahun bersama Pak Syahrul, namun kenyataan ektabilitasnya sangat jauh dari calon lain,” ujarnya.

Ia menilai, hasil survei stagnan yang diperoleh Agus dikarenakan selama ini kerjanya mendapingi SYL tidak begitu dilihat oleh masyarakat Sulsel. Sehingga, kata dia, hal itu mengakibatkan elektabilitasnya tidak mampu menggeser kandidat lain.

“Masyarakat saat ini lebih dominan melihat kandidat kerjanya terlihat. Karena masyakrat saat ini sudah cerdas dan tidak mau dijanji-janji,” ucapnya.

Menurutnya, perkara lain yang membuat eletabilitas Agus-TBL tidak meningkat disebabkan dari tiga partai pengusung masih ada kader partai yang tidak bekerja. “Kader partai tidak maksimal, ada kecenderungan partai hanya kendaraan kosong. Namun lebih baiknya kader partai agar memanfaatkan Pilgub dan Pilkada ini untuk menjelang legislatif nanti,” ucapnya.

Disinggung mengenai peluang Agus untuk buang handuk dan mengalihkan dukungan ke kandidat lain, Jayadi mengatakan tidak semudah itu Agus mengalihkan dukungan. Alasannya, kata dia, perjuangan sejak awal yang tiba-tiba mendapatkan partai pendukung diakhir-akhir pendaftaran. “Saya kira Pak Agus tidak melakukan itu, itu harga diri dimata orang-orangnya,” pungkasnya. (*)


div>