SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Agustang: Tenaga Kesehatan Belum Mampu Jawab Tantangan

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 10 September 2015 09:40
Agustang: Tenaga Kesehatan Belum Mampu Jawab Tantangan

Prof Andi Agustang. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kualitas tenaga kesehatan saat ini ternyata belum mampu sepenuhnya menjawab tantangan nasional dan global. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2014, menunjukkan angka kematian ibu dan kematian bayi masih cukup tinggi. Persalinan yang difasilitasi tenaga kesehatan, tertinggi terjadi di Yogyakarta yang mencapai 99 persen, dan terendah di Maluku 25,2 persen persalinan yang dilayani tenaga kesehatan.

Hal itu dikatakan Ketua Prodi S3 Sosiologi PPs UNM, Prof.Dr.Andi Agustang, M.Si saat membawakan orasi ilmiah berjudul ‘Membangun Sinergitas Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Tenaga Kesehatan’. Orasi tersebut digelar kampus Akademi Hiperkes Makassar, Akper dan Akbid Makassar, Hotel Clarion, Selasa (8/9).

Menurut Agustang, cakupan imunisasi dasar lengkap kepada ibu hamil, realisasi tertinggi ada di Yogyakarta yang mencapai 83,1 persen, dan yang terendah di Papua, hanya 29,2 persen.

Permasalahan kekurangan gizi terutama balita, menurut Agustang, masih berkisar 37,2 persen. Ibu hamil mengalami penyakit anemia mencapai 37,1 persen,

Staf ahli Biro Bina Napza dan HIV AIDS Pemprov Sulsel juga mengungkapkan masalah lain, yaitu prevalensi HIV/AIDS yang cukup tinggi tahun 2014. Angkanya mencapai 0,43 persen. Fasilitas pelayanan kesehatan pada pelayanan kesehatan rujukan banyak rumah sakit yang belum memenuhi standar ketenagakerjaan.

Karena itu, kata Agustang, diperlukan pembangunan kesehatan yang sinergi dari seluruh komponen termasuk antartenaga kesehatan. “Sinergitas tenaga kesehatan bertujuan mewujudkan pelayanan kesehtaan terpadu serta menjamin kesinambungan pelayanan, mutu serta menurunkan biaya. Sinergitans multifungi dan multisektor mutlak dibutuhkan,” jelas Agustang.

Ditambahkan bahwa peningkatan kualitas tenaga kesehatan tidak akan mungkin berjalan sebagaimana mestinya jika hanya dilaksanakan oleh satu sektor saja. “Sinergitas tenaga kesehatan dapat menyelesaikan persoalan multidimensial dalam dunia kesehatan,” tandas Andi Agustang.


Tag
  • kesehatan
  •  
    div>