SENIN , 10 DESEMBER 2018

Ahok Mengibaratkan Diri Sebagai Nemo, Berani Melawan Arus

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 25 April 2017 13:46
Ahok Mengibaratkan Diri Sebagai Nemo, Berani Melawan Arus

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

RAKYATSULSEL.COM –  Terdakwa kasus penodaan agama Islam, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membacakan pledoi atau notaan pembelaan, Selasa (25/4). Dia mengibaratkan posisinya saat ini ibarat pemeran ikan kecil dalam film Finding Nemo di tengah ibukota.

Maksud Ahok, dirinya seperti ikan yang berani melawan arus. Sebagaimana aksi Nemo mengajak ikan-ikan lain yang tengah terjebak di dalam jaring supaya menerjang, melawan arus agar bisa bebas.

“Jadi inilah yang harus kita lakukan. Sekalipun kita semua melawan arus, melawan semua orang yang berbeda arah, kita harus tetap teguh. Semua orang tidak jujur, tidak apa-apa, asal kita sendiri menjadi orang jujur,” kata Ahok dalam ruang sidang di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (25/4).

Film Finding Nemo itu diibaratkan Ahok dengan pengalamannya kini. Menurut dia, meskipun banyak orang telah menghakiminya sebagai seorang penista agama, dia tidak gentar. Ahok yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta itu menjamin dirinya tetap menjalankan program pemprov tanpa pandang bulu.

“Walaupun saya difitnah, dicaci maki, dan dihujat karena perbedaan iman dan kepercayaan saya. Saya akan tetap melayani dengan kasih,” ucapnya.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. Meski demikian, jaksa penuntut umum (JPU) menilai Ahok tak memenuhi unsur penodaan agama.

Ahok dituduh terbukti bersalah melanggar pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. Masih dalam pledoinya, Ahok menegaskan bahwa kunjungannya ke Kepulauan Seribu bukan bermaksud untuk melakukan penodaan agama.

 

“Saya sedang menjalankan tugas di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 dengan makaud mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program budidaya ikan kerapu, berdasarkan pasal 31 Undang-undang Pemerintah Daerah,” tegasnya.


div>