RABU , 12 DESEMBER 2018

Air Mata Bercucuran, Supriansa Kenang Kebersamaannya di Pemkab Soppeng

Reporter:

Ilham

Editor:

Iskanto

Senin , 17 September 2018 16:47
Air Mata Bercucuran, Supriansa Kenang Kebersamaannya di Pemkab Soppeng

Jadi Irup, Supriansa akhirnya tak mampu membendung air matanya.

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan upacara bendera sebagai hari kesadaran Nasional menjadi momen mengharukan bagi Wakil Bupati Soppeng Supriansa, Senin (17/09).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Supriansa mampu menyampaikan secara sisitimatis kegiatan-kegiatan sejak masa kampanye Akar Super. Hingga terpilih dan selanjutnya sampai di lantik menjadi pasangan Bupati dan wakil Bupati soppeng.

Supriansa terlihat sangat tenang mengurai kebersamaannya dengan Bupati Soppeng dan segenap SKPD. Melakukan inovasi pembangunan di kabupaten soppeng sebagaimana yang bisa rasakan saat ini.

Rasa bangga dan haru menyelimuti perasaan Supriansa yang akhirnya tak mampu membendung air matanya. Kenangan Supriansa sontak di sambut tepuk tangan para peserta upacara dan terlihat beberapa peserta upacara juga mengusap matanya.

“Saya mohon maaf karena menjadikan suasana sedih-sedih begini. Selama dua tahun enam bulan dirinya mendampingi Bupati Soppeng jika ada kalimat atau tutur kata yang tidak pada tempatnya saya meminta maaf,” kata dia.

“Saya mohon maaf, jika ada kata-kata saya yang tidak berkenan di hati,” lanjutnya.

Wakil bupati yang dikenal dekat dengan awak media ini berharap kepada seluruh ASN di soppeng untuk menjaga kekompakkan dalam menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat soppeng.

” Saya memohon pamit akan berhenti menjadi wakil bupati di perkirakan tepat hari jumat tanggal 21 september 2018. Bertepatan pengumuman DCT daftar calon tetap sebagai calon anggota DPR RI jika nama saya tercatat dalam DCT,” terangnya.

“Rencana untuk hijrah ke jakarta ini tentu melalui sebuah pengorbanan dengan cara mundur dari jabatan wakil bupati soppeng. Bagi saya Demi kepentingan orang banyak, tidak ada salahnya saya mencoba melalui resiko itu selagi momentum itu ada buat saya,” sambungnya.

Ia menegaskan tidak ada jaminan bahwa kelak perjalanan hijrahnya ini bisa berjalan sesuai dengan harapan. Semua resiko itu selalu ada, tetapi baginya ia sudah ikhlas apapun akhirnya nanti. “kita serahkan kepada kebesaran Allah swt,” tutur Supriansa. (*)


div>